Perkembangan Regenerasi Wisata Keramik Dinoyo Kota Malang

Muhammad Firly Khan. (ist)

Oleh : Muhammad Firly Khan, Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

Dospem : Drs. Sulismadi, M.Si

Kampung keramik Dinoyo merupakan kampung yang terletak di Kota Malang, sektor terpenting bagi suatu negara perekonimian, Saat ini sudah sering kita ketahui bahwa terdapat banyak UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang berbasis industri salah satu nya yang akan di bahas kali ini yakni industri kreatif Keramik di kluster Dinoyo yang menggunakan sistem produksi yang moderen tentunya pengerajin keramik harus memperhatikan hasil produksinya sehingga menghasilkan produk yang berkualitas untuk meningkatkan hasil produksi nya dengan cara menggunakan peralatan yang lebih modern.

UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) juga dikenal sebagai industri yang kuat bertahan, dalam krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia beberapa waktu lalu, UKM ternyata mampu bertahan dibandingkan perusahaan – perusahaan lain yang memiliki skala besar.

Hampir di semua negara, baik negara maju maupun negara berkembang Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memegang peran yang sangat penting dalam memberikan kontribusi besar bagi perekonomian bagi negara tersebut, selain bagi perekonomian UKM juga dapat mengatasi masalah penyerapan tenaga kerja. Pengembangkan UKM menjadi salah satu alternatif penting yang dapat membantu permasalahan perekonomian nasional.

Salah satu sentra keramik yang terkenal akan produksi keramik di Kota Malang adalah sentra industri keramik Dinoyo. Para pengusaha keramik tersebut tidak hanya memasarkan hasil produksinya hanya ke dalam negeri namun juga sudah di mengekspornya ke luar negeri, sehingga sentra industri keramik Dinoyo dapat dikatakan mempunyai peran besar dalam menunjang industri perolehan pendapatan daerah Malang. (Garside dan Kesy, 2007). Pengerajin Keramik di Kota Malang menjadi salah satu industri yang dalam produksinya menghasilkan keramik dengan berbagai macam fungsi, misalnya sebagai souvenir, vas bunga, pot bunga, gips, fiber, interior decoration dan, guci.

Akan tetapi akhir akhir ini karena masuknya keramik Cina yang ikut bersaing secara ketat maka dapat dilihat persaingan dengan produk keramik Dinoyo, sehingga dengan masukknya keramik Cina yang memiliki kualitas baik dan harga yang murah maka menuntut pengusaha – pengusaha sentra industri keramik agar dapat meningkatkan kualitas dan mampu memuaskan keinginan konsumen lebih sehingga produsen harus berusaha secara terus– menerus untuk menghasilkan keramik dengan kualitas lebih baik. Dari pengamatan pada beberapa pengerajin keramik dengan pembakaran menggunkaan tungku berbahan minyak tanah, ternyata proses produksi yang dilaksanakan saat ini masih sering ditemukan masalah – masalah teknis dan non teknis yang menyebabkan produk keramik yang dihasilkan cacat diantaranya timbul retakan, mudah pecah, terdapat bintik pada permukaan keramik, keramik kurang matang, dan menyusutnya mutu keramik.

Dan Dilihat dari data UMKM Kota Malang, terdapat 64 pengerajin keramik, baik itu industri kecil maupun industri sedang dan besar. Dengan jumlah sebesar itu , maka akan sangat kursial untuk dilakukan program pengembangan terhadap kegiatan industri keramik ini untuk mengurangi masalah – masalah dalam proses produksi dan mengendalikan variasi keramik agar lebih beragam. Sehingga diharapkan produk keramik di Kota Malang dapat bersaing dengan produk keramik yang diproduksi oleh negara-negara maju khususnya keramik buatan negara cina, baik secara kualitas produk maupun model keramik yang semakin inovasi dan bermutu tinggi.

Akan tetapi dengan minim nya modal yang dimiliki oleh pengerajin kampung keramik Dinoyo sulit untuk memproduksi barang yang akan di buat nya, dari sini bisa kita lihat untuk bisa mengatasi regenerasi pengerajin di Senta Industri Keramik Dinoyo yaitu dengan cara melibatkan investor.

Dan juga peran dari pemerintah di butuhkan di sini, pemerintah diharapkan berperan dengan cara mempromosikan Kampung Keramik Dinoyo agar bisa dikenal oleh masyarakat umum baik itu masyarakat dalam negeri maupun luar negeri sehingga mampu menarik minat pemilik modal. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Emile Durkheim tentang pembagian kerja. Dimana seluruh pekerja, manajer, dan pemilik modal yang terlibat dalam sebagian industri harus bergabung bersama dalam sebuah kelompok yang bersifat profesional dan sosial. Konflik terjadi karena orang – orang yang terlibat tidak memiliki moralitas bersama yang dapat berpangkal pada ada tidaknya struktur integratif. Struktur yang yang dibutuhkan untuk moralitas integratif.

Untuk diketahui, hubungan industrial ini bersifat tripartit. Dimana di dalam nya terdapat hubungan erat antara pemerintah, pengusaha dan pekerja. Tripartit ini telah diatur dalam Undang-Undang yaitu yang terdapat pada UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dipandang perlu untuk mentapkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kerja dan Susunan Organisasi Lembaga Kerja Sama Tripartit, yang berisikan tentang Lembaga Kerja Sama Tripartit Sektoral yang selanjutnya disebut LKS Tripartit Sektoral adalah forum komunikasi, konsultasi, dan musyawarah tentang masalah ketenagakerjaan sektor usaha tertentu yang anggotanya terdiri dari unsur organisasi pengusaha, serikat pekerja/serikat buruh, dan pemerintah. Keterkaitan antara pemerintah.