Perketat Peredaran Hewan Ternak, Ditpolairud Polda Jatim Lakukan Pengawasan “Dermaga Tikus”

Petugas memeriksa ternak Sapi. (ilustrasi)

BACAMALANG.COM – Pencegahan penyebaran PMK pada hewan ternak dilakukan Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur dengan mengoptimalkan patroli di wilayah perairan dan melakukan pengawasan peredaran hewan ternak di sejumlah “Dermaga Tikus” yang ada di Jawa Timur.

Sebagai sasaran khusus dalam kegiatan ini adalah kawasan yang memiliki dermaga ‘tikus’ (dermaga alternatif -red) di sejumlah wilayah.

“Dermaga Tikus” ini dinilai jadi alternatif pendistribusian hewan ternak saat wabah PMK,” tegas Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Jatim, AKBP Yanuar Herlambang, baru-baru ini.

Kegiatan ini menggandeng sejumlah pihak seperti karantina, dan sejumlah Satpolair se-Jatim mengawasi masing-masing dermaga di tiap daerah. “Sasarannya sama yaitu jalur tikus yang diduga bisa menjadi jalur alternatif peredaran hewan ternak,” jelasnya.

Selain mengawasi, Polair dan stakeholder terkait juga mengecek Sapi yang tiba atau akan diberangkatkan di dermaga. “Alhamdulillah, sudah dicek dulu oleh teman-teman kesehatan hewan setiap ada pengiriman hewan ternak yang keluar masuk dermaga,” katanya.

Dikatakannya ada 5 Dermaga yang diawasi yakni, Surabaya, Gresik, Banyuwangi, Sumenep, dan Jember.

Diungkapkannya selama ini pengiriman Sapi tidak dilakukan setiap hari. “Satu bulan 2 kali tapi dengan jumlah yang banyak, sekitar 300-an. Dengan upaya ini diharapkan penyebaran PMK dapat dikendalikan,” pungkasnya. (*/had)