Persidangan PT STSA: Kuasa Hukum Terdakwa Nanik Hadirkan Saksi Ahli

Foto : Kuasa Hukum Terdakwa Nanik. (yog)

BACAMALANG.COM – Sidang terdakwa dengan dugaan Pasal Pasal 263 ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP atau Pasal 263 ayat 2 KUHP Jo Pasal.55 ayat 1 ke 1 KUHP dan 374 KUHP, Suparmi alias Nanik Indrawati (55) mantan kasir PT Sapta Tunggal Surya Abadi (STSA) warga Pondok Blimbing Indah (PBI), Kecamatan Blimbing, Kota Malang, kembali digelar di Pengadilan Negeri Malang, Senin (27/4/2020).

Dalam persidangan kali ini, Kuasa Hukum terdakwa menghadirkan saksi ahli Desy Ree SE,. sebagai Konsultan Bisnis atau Manajemen Bisnis yang menyatakan bahwa jabatan sebagai kasir tidak bertanggungjawab atas segala kegiatan yang terkait dengan apa yang telah disepakati perusahaan. Dalam hal ini, kewenangan kasir itu hanya sebagai perantara pembayaran didasarkan atas perintah dari Direktur.

“Jadi terdakwa (Nanik) tidak salah sama sekali, sehingga kalau dikaitkan dengan keterangan ahli akuntan ini, bahwa seorang kasir ini tidak bertanggung jawab tentang persoalan hukum dan lain-lain. Karena yang dilakukan Nanik itu merupakan bagian dari adanya kesepakatan terlebih dahulu dari perusahaan. Jadi setelah ada kesepakatan barulah dia membayar,” kata Sumarhan SH MH, selaku Kuasa Hukum Terdakwa Nanik.

Lanjut Sumardhan, Nanik juga tidak bersalah terkait ada selisih nominal pembelian dan selisih luas tanah pembebasan lahan milik Sugiyarto dan Nasiyah tahun 2016 Rp 800 juta dari Rp 1.771.136.000 yang dikeluarkan PT STSA.

“Yang dilakukan Nanik ini merupakan bagian dari adanya kesepakatan terlebih dahulu dari perusahaan. Jadi setelah ada kesepakatan barulah dia membayar dan dia tidak tahu apakah itu mark up atau tidak, tahunya hanya bayar. Barulah setelah dia bayar mendapatkan apa yang diharapkan, kalau beli tanah tentunya dapatkan sertifikat atau Petok D. Setelah itu sudah selesai kewajibannya sebagai kasir,” paparnya.

Sementara terkait Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang tidak bisa menghadirkan saksi di persidangan, Sumardhan menyebut bahwa saksi yang dibacakan oleh JUPU  tidak ada hubungannya sama sekali dengan terdakwa Suparmie alias Nanik Indrawati. “Itu kan menceriterakan antara Samian dengan Nasiah, jadi tidak ada hubungannya dengan klaein saya. Sehingga saksi yang dibacakan itu tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti,” jelasnya. (yog)