Pertahankan Zona Hijau Lawan Covid, Warga Dinoyo X Jalankan Tiga Jurus

Caption : Urban Farming di kampung DX Patmanam Kota Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Spirit kemandirian skala mikro layak mendapat apresiasi dan penghargaan karena turut mengurangi beban tugas pemerintah dalam menangani salah satunya pencegahan persebaran Covid 19.

Salah satu yang layak diapresiasi adalah kiprah kemandirian warga Kampung Dinoyo Gang X : 4, 5, 6 (PATMANAM) Kota Malang, yang lebih akrab disebut Kampung DX PATMANAM dalam menghalau virus Corona.

“Alhamdulillah sampai sekarang disini tetap steril dan menjadi zona hijau. Selain mengandalkan vaksinasi, Kami punya tiga (3) jurus untuk mencegah masuknya Covid. Yaitu istiqamah penyemprotan disinfektan, pembagian sembako, dan menggalakkan Urban Farming untuk ketahanan pangan warga,” tegas kordinator peduli lingkungan di wilayah DX PATMANAM, Hadi Mustofa, Sabtu (13/3/2021).

Ia menuturkan, pihaknya melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan rutin di wilayah lingkungan Dinoyo gang 10 dan pembagian sembako.

Kegiatan ini dilakukan oleh satgas Kampung Tangguh DX PATMANAM yang direncanakan pada Hari Minggu (14/3/2021) tujuanya sosialisasi sekaligus meringankan beban warga disaat kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang.

Ia mengatakan, bahan disinfektan diperoleh dari swadaya warga berupa barang bekas yang dikumpulkan di posko satgas KTS DX PATMANAM.

Untuk paket sembako terdiri dari :
Beras 2,5 kg, kecap1 botol, mie instan 3 buah, dan minyak goreng 1 botol.

Ia menjelaskan harapan ke depan semoga dengan adanya kegiatan seperti ini bisa membangkitkan semangat guyub rukun di wilayah DX PATMANAM dan pandemi Covid19 ini lekas pergi.

“Barang bekas yang terkumpul dijual. Lalu uangnya dipakai pengadaan bahan disinfektan,” urainya.

Jumlah penerima sembako sebanyak
86 orang yakni warga terdampak pandemi. “Penerima paket sembako adalah warga yang terdampak pandemi Covid-19 yang penghasilannya berkurang drastis,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, untuk penyemprotan dijalankan seminggu sekali, sementara untuk pembagian sembako tergantung dananya. “Kalau ada dana ya dibelikan sembako. Kalau tidak ada ya ngumpulkan barang bekas dulu tiap minggu. Sedangkan untuk penyemprotan dilakukan rutin satu Minggu satu kali. Khusus penyemprotan sudah satu tahun ini kami istiqamah seminggu sekali,” paparnya.

Urban Farming ketahanan pangan

Ia menjelaskan Urban Farming dilakukan sejak Bulan Mei tahun lalu (2020). Yakni menanam tanaman sayur semisal Sawi Pakcoy, Salad Hijau, Bunga dan lainnya.

“Kami menjalankan gerakan Urban Farming istilahnya sayur buat ketahanan pangan. Biaya Urban Farming dari hasil penjualan barang bekas dan patungan sesama anggota satgas DX PATMANAM. Sayur buat ketahanan pangan dan sekaligus penghijauan. Teknisnya Kita mengumpulkan botol air mineral buat pot serta patungan beli cat biar tembok yang tak terawat di lingkungan Kami jadi bersih dan bersinar,” jelasnya.

Penanaman sayur dilakukan pada sepanjang tembok lingkungan DX PATMANAM di tiga RT. Untuk penyetoran bibit berlebih habis panen ditanam lagi.

“Intinya pengecatan dilakukan secara bertahap. Yang kelar saat ini dilakukan kira-kira sepanjang 3 km. Sistem ambil sayur yakni tinggal ambil yang penting kondisi sayur sudah siap panen. Sayur untuk siapa saja tinggal ambil. Memang gratis tidak diperjualbelikan.
Penyediaan bibit yaitu dari bibit yang dibeli di toko pertanian,” terang Hadi Mustofa mengakhiri. (had)