Pertumbuhan Kredit Malang Raya Fluktuatif Selama PPKM, OJK Berikan Pemaparan

Foto: Paparan Kepala OJK Malang, Sugiarto Kasmuri. (ist)

BACAMALANG.COM – Pertumbuhan kredit di Malang Raya (Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang) fluktuatif selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Terkait hal tersebut, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) memberikan pemaparan.
“Di kota yang sektor utama ekonominya dari sektor perdagangan, industri pengolahan dan mobilitas orang, perbankan cenderung lebih selektif dan sangat berhati-hati dalam menyalurkan kredit,” tegas Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri, Jumat (23/9).

Seperti diketahui, selama PPKM, pertumbuhan kredit di Malang Raya mengalami kenaikan sebesar 3,7 persen.

Berdasarkan catatan OJK pertumbuhan sebesar 3,7 persen itu untuk Kabupaten Malang tumbuh sebesar 7,62 persen, dari yang semula Rp 19,24 triliun menjadi Rp 20,71 triliun.

Sementara untuk Kota Batu pertumbuhannya sebesar 10,23 persen, dari yang semula Rp 1,84 triliun menjadi Rp 2,03 triliun.

Berbeda dengan Kota Malang justru sebaliknya, sempat mencatatkan pertumbuhan positif dari awal semester satu dan justru menurun pada akhir Juli 2021 sebesar -0,71 persen, atau, Rp 19,86 triliun menjadi Rp 19,73 triliun.

Menurut Sugiarto, pertumbuhan positif di Kabupaten Malang sendiri terlihat pada semester pertama tahun 2021 ini.

Walau pihak perbankan dalam menyalurkan kredit cenderung memilih sektor-sektor ekonomi yang masih dapat tumbuh di sektor PPKM.

“Capaian pertumbuhan kredit tersebut tentu tetap memperhatikan dinamika lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di kuartal ketiga 2021. Serta, pada sektor ekonomi yang tidak terlalu dipengaruhi oleh adanya pembatasan pergerakan masyarakat, yakni sektor pertanian,” jelasnya.

Sugiarto menegaskan, dari catatan OJK, salah satu hal yang berpengaruh dalam pertumbuhan ini adalah adanya stimulus kredit program kredit usaha rakyat (KUR), khususnya di Kabupaten Malang dan Kota Batu.

“Itu (KUR) yang menjadikan kredit di Malang Raya masih mampu tumbuh 3,07 persen atau di atas pertumbuhan kredit nasional di bulan Juli 2021 sebesar 0,50 persen,” terangnya.

Tambah Sugiarto, dari pengalaman di bulan Juli 2021 lalu, saat PPKM mulai diberlakukan ini tentu memberikan optimisme di bulan berikutnya. “Selanjutnya diperkirakan masih akan meneruskan tren positif dalam pertumbuhan kredit perbankan,” pungkasnya.(*/had)