Perumda Jasa Yasa dan PT Aljabar Sinergi Membangun Hotel dan Pemandian

Caption : Penandatanganan kerjasama. (ist)

BACAMALANG.COM – Lestarikan budaya dan lingkungan, Perumda Jasa Yasa dan PT Aljabar Jati Indonesia bersinergi membangun hotel dan pemandian air panas alam di Songgoriti.

“Besar harapan saya, hal ini dapat menjadi dasar konstitusi dan acuan dalam pelaksanaan kerja sama, sehingga dapat berjalan dengan baik serta sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan. Kawasan Songgoriti mempunyai nilai historis yang tinggi dan perlu dijaga agar pelaksanaan kerja sama ini turut mewujudkan pelestarian budaya yang ada di kawasan tersebut, berjalan lancar, saling menguntungkan, saling menghormati hak serta kewajiban masing-masing, sebagaimana poin-poin yang telah disepakati dan tertuang dalam perjanjian kerja sama ini,” jelas Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto.

Seperti diketahui, Wakil Bupati Malang, Drs. H. Didik Gatot Subroto, SH.MH hadir menyaksikan prosesi penandatanganan naskah perjanjian kerjasama antara Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Jasa Yasa dengan PT Aljabar Jati Indonesia tentang Pembangunan dan Pengelolaan Hotel dan Pemandian Air Panas Alam Songgoriti di Pendopo Agung Kabupaten Malang, baru-baru ini.

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan oleh Direktur Utama Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang, Ahmad Faiz Wildan, S.Sos dan Direktur Utama PT Aljabar Jati Indonesia, Deni Rooseto Wardhono.

Wabup berharap ini jadi wujud komitmen dan keseriusan bersama utamanya dalam pembangunan dan pengelolaan Hotel, serta Pemandian Air Panas Alam Songgoriti.

Pemandian Air Panas Alam Songgoriti merupakan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang dipisahkan, dan sudah bersertifikat Hak Pengelolaan atas nama Perumda Jasa Yasa.

Berdasarkan Pasal 22 dan Pasal 24 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 118 Tahun 2018 tentang Rencana Bisnis, Rencana Kerja dan Anggaran, Kerja Sama, Pelaporan dan Evaluasi Badan Usaha Milik Daerah, menyebutkan bahwa BUMD termasuk Perumda Jasa Yasa dapat melaksanakan kerja sama, yang pelaksanaannya dilakukan oleh Direksi.

Diharapkan kerjasama ini juga mampu membawa berkah dan manfaat bagi Pemkab Malang, Perumda Jasa Yasa dan PT. Aljabar Jati Indonesia, serta masyarakat yang berada di sekitar wilayah Songgoriti.

Diharapkan Perumda Jasa Yasa dan PT. Aljabar Jati Indonesia dapat terus menjalin sinergi positif dengan Pemkab Malang, dengan memberikan ide-ide dan gagasan yang inovatif, utamanya mendukung program-program strategis Pemkab Malang di berbagai bidang.

Wabup menegaskan, bahwa Jasa Yasa dalam hal ini diberikan kewenangan. Terlebih, Songgoriti memerlukan modal dan pembiayaan menyusul situasi keuangan dan unit usaha Jasa Yasa tidak banyak yang jalan maksimal.

”Sehingga Bupati selaku Komisaris Perumda Jasa Yasa memberikan ruang kepada pihak ketiga. Salah satunya PT Aljabar Jati Indonesia. Harapannya, pengelolaan Songgoriti bisa berjalan dengan maksimal. Serta, bagaimana kedua perusahaan ini bisa saling menguntungkan. Kita butuh investor. Termasuk Bumdes yang sudah ada di beberapa desa. Pengelolaan dengan permodalan dan perhitungan lebih bagus. Potensi lokal harus diberdayakan dengan tetap menggunakan tenaga lokal,” pesannya.

Pemkab Malang membuka pintu seluas-luasnya kepada investor untuk menginvestasikan di wilayah Kabupaten Malang. Sementara, ia pun menyebut kalau Bumdes yang terlihat muncul ada di Kecamatan Pujon, Turen dan Gondanglegi.

”Jika disentuh dan ada kolaborasi dikelola dengan maksimal maka akan lebih baik. Cash flow diatur dan dibicarakan yang baik dengan tidak meninggalkan potensi lokalnya. Berikutnya, kerjasama ini tidak boleh terus menerus. Disaat sudah bisa mandiri, maka dilepaskan dan digenjot dengan kemampuannya sendiri,” pungkas Wabup. (*/had)