Peternak Sumringah, Jualan Laris Manis Jelang Idul Kurban di Tengah Pandemi

Caption : M. Khoirul di depan rojokoyo. (ist)

BACAMALANG.COM – Berita menggembirakan muncul dari peternak Kambing dan Sapi.

Hal ini tidak lain karena usaha jualan fauna yang biasa dinamai Rojo Koyo ini laris manis tak goyah diterpa ganasnya pandemi.

“Kalau menjelang Idul Adha pasti harga naik semua hewan kurban pasti mengalami kenaikan,” tegas Peternak asal Bantur Kabupaten Malang, Vando mulai bercerita kepada bacamalang.com, Rabu (14//7/2021).

“Kenaikan disebabkan karena permintaan hewan kurban tinggi sehingga harga pasti juga tinggi (naik),” tukasnya.

“Menurut saya dengan adanya Covid ini untuk pengaruhnya relatif tidak begitu berpengaruh karena permintaan hewan kurban relatif tinggi,” jelasnya.

“Harga Domba sekarang tembus Rp 70 – 75 ribu per kg untuk siap korban. Permintaan di saya komoditinya Domba, untuk kurban tahun ini saya sedia stok hewan kurban 300 ekor Domba,” paparnya.

“Sekarang ini jelang hari raya harganya naik sekitar 30% dibandingkan hari-hari biasa,” imbuhnya.

Ia mengatakan saat marak pandemi, harga masih normal dan peminat jumlahnya stabil.

“Saat Covid harga masih normal dan alhamdulillah masih banyak peminat. Harga tetap stabil karene Domba merupakan salah satu komoditi unggulan di bidang peternakan,” terangnya.

“Harapannya semoga pandemi segera berakhir dan semua kembali normal di segala sektor usaha,” urainya.

KAMBING PE Dan SUMBAWA LUDES

Sementara itu, peternak Kambing Kabupaten Malang M Khoirul mengatakan, berdasarkan trend, harga ternak jelang Idul Kurban mengalami kenaikan. Hal ini karena banyak yang membutuhkan untuk Qurban.

Khoirul mengatakan, dengan adanya Covid tidak mempengaruhi kenaikan harga ternak cuman permintaan berkurang tidak seperti tahun kemarin (sebelum pandemi) yakni turun 20%.

“Untuk harga Kambing dilihat dari kualitas/gemuk tidaknya dan besar kecilnya. Tetapi kalau di saya harga bervariasi mulai Rp 2,5 juta – 5,5 juta,” ungkapnya.

Kambing yang seringkali dibeli untuk kurban kebanyakan dari jenis Kambing PE dan Sumbawa. Harga kambing naik sekitar Rp 20 -25 % dibandingkan hari-hari biasa.

Dikatakannya saat Covid, penjualan secara umum (dibandingkan sebelum Covid) omsetnya turun sekira 20%.

“Himbauan dan saran agar peternak bisa survive kala pandemi adalah agar peternak tetap berinovasi meningkatkan kualitas ternak. Semoga pandemi cepat berakhir agar ekonomi cepat stabil dan bisa beraktifitas secara normal,” tuturnya.

PENJUALAN SAPI TERKATROL

Sementara itu, peternak Sapi unggulan
Darmaji menuturkan jika untuk hewan di kategori kurban jelas naik, karena permintaan semakin banyak.

“Untuk hewan di kategori qurban Jelas naik, karena permintaan semakin banyak. Hal ini karena permintaan naik (hukum pasar),” ungkap Darmaji.

“Saya kita bidang usaha yang kebal pandemi adalah peternakan. Dalam hal penjualan tahun ini tidak begitu terpengaruh Pandemi,” jelasnya.

Ia mengatakan jenis Sapi laris adalah jenis Pegon. “Yang banyak permintaan ya Sapi kualitas biasa jenis Pegon siap qurban harga antara (sekitar) Rp 20 jutaan,” imbuhnya.

Dikatakannya, Sapi yang banyak peminat lainnya adalah jenis Limosin dan Simental, dan yang paling dicari kalangan masyarakat menengah ke bawah yaitu Sapi Pegon.

Saat marak Pandemi ia mengatakan penjualan semakin meningkat. “Penjualan kalau di Kita malah naik ya. Gak tau karena apa. Bisa jadi karena permintaan meningkat,” tegasnya.

Darmaji memberikan saran dan Himbauan terkait Pandemi.
“Himbauan dan saran agar peternak bisa survive kala pandemi, ya bersikap biasa aja, lakukan apa yang seharusnya Kita lakukan, tetap mematuhi proses.
Cuma harus tetap usaha keras dan positif thinking,” imbuhnya.

“Harapannya masyarakat tidak menjadikan pandemi ini sebagai alasan, lalu usahanya terpengaruh, karena gak improvisasi menjalani usaha di kala pandemi,” pungkasnya. (had)