PFI Malang Kenalkan Profesi Pewarta Foto Kepada Siswa SD

Para siswa menyimak paparan PFI Malang di SD Tanjungrejo 5, Sukun Kota Malang, Kamis (30/9/2021). (ned)

BACAMALANG.COM – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang mengenalkan profesi pewarta atau jurnalis foto kepada para siswa SD. Pengenalan ini lewat display beberapa hasil foto yang karya sejumlah anggota yang tergabung dalam PFI Malang di SD Tanjungrejo 5, Sukun, Kota Malang, Kamis (30/9/2021).

Penjelasan tentang foto-foto tersebut diberikan Bayu Eka Novanta dari tugumalang.id dan Ari Bowo Sucipto, pewarta foto LKBN Antara. Bayu Eka Novanta menjelaskan tentang photo story pelepasliaran lutung karya Aris Nova Hidayat, sementara Ari Bowo Sucipto memaparkan foto-foto karyanya yang berkisah tentang kesenian Tiongkok di Malang yang sudah langka. Mereka juga membahas foto-foto lain, salah satunya yang berkisah tentang dampak letusan gunung Kelud pada 2014 silam. Ari Bowo juga mengajak anak-anak agar suka memotret, dan bercerita dari hasil jepretan mereka.

“Misalnya ibu suka memasak atau membuat kue, ya difoto saja prosesnya secara berurutan, mulai persiapan bahan, memasak sampai kuenya jadi,” ujarnya.

Para siswa juga antusias menyimak penjelasan para pewarta foto tersebut. Seperti diungkapkan Raffi, salah satu siswa kelas IV yang menanyakan bagaimana memotret pencuri yang sedang lari dikejar warga. Pertanyaan ini dijawab Ari Bowo bahwa pada dasarnya saat memotret atau mengabadikan sebuah momen, keselamatan tetap harus diutamakan.

Guru SD Tanjungrejo 5 Sukun, Ida Maghfiroh menjelaskan, awalnya ia sengaja menaruh cetakan beberapa foto karya para anggota PFI ini di kelasnya sejak setahun terakhir ini.

“Saya merasa bahwa anak-anak perlu menambah wawasan, dan setelah minta izin dengan Kepala Sekolah, akhirnya terpampanglah foto-foto tersebut,” ungkapnya.

Ida menambahkan, adanya foto-foto tersebut ternyata membuat anak-anak terangsang nilai kritisnya. Banyak pertanyaan yang muncul, salah satunya seperti mengapa satwa dalam foto tersebut matanya harus disuntik. Ida juga berencana mencari foto-foto lain untuk mengenalkan profesi ini kepada anak didiknya.

“Yang sederhana saja, misalnya foto hewan jinak dan liar atau foto pemain sepak bola,” ujar Ida yang juga istri salah satu pewarta foto Malang ini.

Sementara Ari Bowo Sucipto menilai kegiatan seperti ini sangat berguna untuk siswa dalam mengenal profesi pewarta foto. “Para siswa bisa belajar memahami pesan dari sebuah gambar atau foto secara dasar,” ungkapnya.

Ia berharap semoga ke depannya akan lebih banyak institusi sekolah yang bersedia dan meluangkan waktunya untuk memberi kesempatan bagi PFI Malang memperkenalkan profesi ini. (ned)