PGRI Kabupaten Malang Prihatin Atas Pembotakan 3 Guru Pramuka Sleman

Foto : Ketua PGRI Kabupaten Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Malang  mendesak pemerintah untuk membuat produk hukum bagi guru apabila melakukan pelanggaran sebagainwujud kepedulian atas tiga guru pramuka yang dibotaki dari SMP Turi Sleman.

Dwi Soetjipto, Ketua PGRI Kabupaten Malang mengatakan, beberapa hasil konggres nasional antara lain menyikapi pemberian bantuan operasional 50 persen yang sangat mempersulit bagi guru karena harus menyertakan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).

Kekurangan guru yang mendesak untuk k2 menjadi perubahan status melalui perubahan afirmasi yang konfisi saat ini kekurangan tenaga pendidik juga sangat dirasakan. “Artinya mengurus tata kelola guru menjadi kewenangan pemerintah pusat,” ujarnya.

Membuka layanan pendidikan bagi peserta didik yang tidak terjebak dalam pelayanan administrasi belaka. Mendorong pemda mengeluarkan aturan terkait hukum profesi guru untuk dilindungi sebagai sikap keprihatinan yang menimpa guru saat menerima musibah hukum sampai harus dicukur gundul dan di release dalam jumpa pers

PGRI Kabupaten Malang menyikapi hal tersebut dengan membuat aksi keprihatinan musibah yang mendera SMPN Turi. “Mengutuk keras perlakukan pembotakan tiga orang pembina pramuka.SMPN Turi Sleman,” tegasnya .

Dalam hal ini, PGRI tidak mengebalkan hukum tetapi tidak sepakat  dengan perlakuan yang tidak etis maka mendesak pemerintah membuat hukum bagi profesi guru. (Yon)