PGRI Kabupaten Malang Santuni Guru Korban Gempa Bumi 6,1 SR

Foto: Bantuan dari PGRI Kabupaten Malang untuk para guru terdampak gempa. (ist)

BACAMALANG.COM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Malang melakukan aksi solidaritas dengan memberikan santunan kepada para guru di Kabupaten Malang yang terdampak gempa bumi 6,1 skala richter yang terjadi pada Sabtu (10/4/2021) lalu.

Dwi Soetjipto, Ketua PGRI Kabupaten Malang mengaku, aksi sosial ini sebagai wujud solidaritas sesama pengajar di Kabupaten Malang dalam meringankan beban mereka usai tertimpa musibah gempa bumi.

“Ada 35 titik yang sudah dibantu oleh PGRI, tersebar di beberapa wilayah antara lain Ampelgading 3 rumah guru, Tirtoyudo 12 rumah guru, Dampit 17 rumah guru, Sumbermanjing Wetan 1 rumah guru , Gondanglegi 2 rumah guru, Pagelaran 1 rumah guru, Donomulyo 1 rumah guru dan Kalipare 1 rumah guru. Sedangkan lembaga yang kondisinya rusak di bawah naungan Yayasan PGRI, ada 14 jumlahnya,” ungkap Dwi kepada BacaMalang, Kamis (15/4/2021).

Ia menambahkan, PGRI se – Kabupaten Malang dalam hal ini juga membentuk Dana Peduli Guru Persatuan Guru Republik Indonesia yang akan diberikan kepada 37 guru, dengan total donasi sebesar 25 juta-an.

“Aksi ini juga membuka donasi dengan membuka rekening yang setiap hari di cek, karena sejak ada musibah ada perubahan perharinya banyak guru yang nyumbang melalui rekening PGRI secara variatif dan semuanya akan disalurkan kepada saudara kita,” tegasnya.

Tukiran, Korwil Kecamatan Gedangan menambahkan, diwilayahnya ada beberapa lembaga yang gedungnya mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Diantaranya SDN 07 Gedangan, SDN 08 Gedangan, SDN 03 Sumberejo dan SDN 01 Gedangan.

Pihaknya berharap, kedepan sekolah yang atapnya menggunakam galvalum untuk diganti dengan kayu karena tingkat kekuatan lebih kuat. “Kalau galvalum itu gentenge nyakot ke penyangga gak kuat, sehingga mudah rontok. Kalau kayu agak lebih kuat,” paparnya.

Ia pun berharap, dinas pendidikan akan mengutamakan perbaikan sekolah-sekolah yang rusak akibat gempa bumi karena pembelajaran tatap muka akan segera dilaksanakan.

Agus Sumarno, Korwil Ampelgading menambahkan, beberapa lembaga di wilayahnya mengalami rusak berat ada sekitar 8 lembaga. “Yang kondisinya paling memprihatinkan SDN Wirotaman 01 dan SDN Argoyuwono 02 dengan ruang perpustakaanya ambruk,” jelasnya. (Yon)