PGRI Usulkan Ribuan Guru di Kabupaten Malang Dapat Vaksin Covid-19

Foto: Salah satu guru di Kecamatan Dampit saat melakukan vaksinasi agar mendapatkan imun yang baik. (ist)

BACAMALANG.COM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Malang mengusulkan agar para guru mendapatkan suntikan vaksin. Hal ini guna meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga proses belajar mengajar tatap muka yang direncanakan bulan Juli bisa terlaksana.

Dwi Soetjipto, Ketua PGRI Kabupaten Malang mengatakan, pemerintah memperhatikan usulan PGRI Kabupaten Malang dalam mempermudah syarat vaksinasi bagi guru yang sudah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), dan honorer juga mempunyai hak yang sama “Ada sebanyak 16 ribuan guru yang tersebar di 33 kecamatan,” kata dia.

Tujuan vaksin Covid- 19 bagi guru agar guru- guru ini, sekaligus juga mensukseskan program pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19. “Jika tubuhnya sudah mempuyai kekebalan, PBM bisa berjalan penularan ke siswa atau ke orang lain bisa dihindari,” tandasnya.

Djoko Priono, Kordinator Wilayah Kecamatan Dampit menjelaskan, sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro sampai tanggal 8 Maret 2021, secara nasional data penderita Covid-19 semakin berkurang sehingga untuk proses pembelajaran dengan tatap muka bisa terwujud apabila protokol kesehatan dilaksanakan secara baik.

“Proses belajar mengajar dengan tatap muka di Kabupaten malang tahun ajaran baru bisa dilaksanakan, apabila disetujui dinas apabila penyebaran virus Corona bisa turun,” ungkapnya .

Pihaknya juga meminta kepada para guru untuk tidak takut dalam vaksin atau ragu tetap optimis. “Jangan sampai ada yang menolak pelaksanaan vaksin karena prosesnya sangat mudah, dengan mengisi kesehatan diri sendiri, dengan mencentang pertanyaan yang diajukan melalui kisi kisi soal,” paparnya.

Edi Suharsono, Ketua cabang PGRI Dampit yang lama menambahkan, dalam pelaksanaan vaksin untuk para guru ini sudah dilakukan di dua puskesmas di Kecamatan Dampit. Guru penerima vaksin saat ini tercatat 610 orang dari 48 lembaga sekolah dasar negeri, 2 lembaga sekolah dasar swasta dan 2 SMP negeri.

“Semoga dengan vaksin ini berdampak positif, semoga bulan Juli ada PBM, sehingga tatap muka bisa berjalan,” jelasnya. (yon/red)