Podcast Sam Rektor IBU: Wartawan Siapkan Diri Menuju Indonesia Tangguh

Foto: Rektor IBU, Dr Nurcholis Sunuyeko. (ist)

BACAMALANG.COM – Peran dan tanggung jawab Jurnalis di kala pandemi sangat vital meski dihadapkan pada realita adanya pembatasan-pembatasan secara regulasi.

Demikian kesimpulan singkat dari giat edukatif-konstruktif Podcast Sam Rektor IKIP Budi Utomo (IBU) Malang dengan tema “Wartawan Siapkan Diri Menuju Indonesia Tangguh”, Sabtu (21/8/2021).

“Kami mengajak masyarakat ikut mewujudkan pergaulan hidup yang lebih baik, berdasarkan asas perikemanusiaan,” tegas Rekor IBU Malang, Nurcholis Sunuyeko.

Seperti diketahui, IKIP Budi Utomo Malang menggelar podcast mengajak jurnalis menciptakan suasana damai di tengah pandemi Covid-19 melalui karya jurnalistik.

Pasalnya, saat ini banyak masyarakat yang paranoid dengan adanya pandemi Covid-19 yang sudah hampir dua tahun melanda wilayah Indonesia.

Dalam podcast tersebut, Rektor IBU Malang, Nurcholis Sunuyeko melakukan talkshow bersama dengan para ketua organisasi profesi kewartawanan di Malang Raya, yakni Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya Cahyono, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang M Zainudin, Sekretaris Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Arief Masbuhin, dan Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang Darmono.

Rektor mengatakan di tengah Pandemi Covid-19 jurnalis memiliki peran vital dalam menyebarkan informasi penting tentang Covid-19, dikarenakan banyak sekali sektor yang terpengaruh akibat pandemi ini, tidak hanya kesehatan tapi juga salah satunya adalah sektor ekonomi.

Apalagi, di zaman kemerdekaan seperti ini, kemerdekaan jurnalis masih masuk dalam tanda kutip. “Banyak jurnalis yang bebas dan merdeka dalam berekspresi, tapi dalam melakukan publikasi ada pembatasan,” tegas Nurcholish.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI Malang Raya, Cahyono langsung menjawab jika peran jurnalis saat ini masih dibatasi dengan perundangan-undangan, itu yang membuat kemerdekaan jurnalis masih belum terlaksana.

“Kita mau berkarya gimana lagi, jika terlalu frontal kita akan dikenakan UU ITE,” katanya, dalam kegiatan Podcast yang digelar di Kampus C IBU, Jalan Citandui, No.46, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (21/8/2021).

Sementara itu, Ketua PFI Malang, Darmono mengaku jika dirinya saat ini selalu bebas dan merdeka dalam berekspresi, tapi dalam melakukan publikasi ada pembatasan. “Saya bebas memfoto semua, tapi dalam mengupload karya saya ada batasan,” terangnya.

Diharapkan Dewan Pers memiliki peran ikut andil dalam menjaga dan menciptakan kemerdekaan jurnalis/pers, serta tercipta keseimbangan dan situasi kondusif. (*/had)

Berikut link youtube Podcast Sam Rektor IBU: