Polisi Tangkap Pelaku Penusukan di Tlogomas, Ini Motifnya

Caption : Kejahatan penusukan. (ilustrasi)

BACAMALANG.COM – Salut, atas kinerja jajaran Polres Malang Kota, tidak kurang dari 1 x 24 jam, gercep (gerak cepat) menangkap pelaku penusukan mantan istri yang sempat menggenparkan warga Tlogomas, mengungkap motif, serta menjerat dengan pasal berlapis.

“Alhamdulilah waktu kejadian ada patroli setelah mendengar kabar itu anggota patroli langsung mengejar tersangka setelah melakukan kejahatan itu dan berhasil diamankan,” tutur Wakasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Hendro Tri Wahyono dalam keterangan pers kepada awak media.

Seperti diketahui, Warga Tlogomas Kota Malang gempar. Diduga rebutan anak, seorang pria (SH) tega menusuk perempuan mantan istri di Kota Malang, Rabu (2/6/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Seorang ibu paruh baya, Titin (45), menjadi korban penusukan di salah satu rumah yang berlokasi di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Salah satu warga setempat sekaligus tetangganya, Dian Dwi Novitasari mengatakan penusukan itu diduga karena perkara perebutan anak laki-laki berumur 4 tahun antara WY dan Titin.

Wakasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Hendro Tri Wahyono mengatakan, bahwa pelaku dan korban penusukan telah resmi bercerai pada Febuari 2021 lalu.

Peristiwa penusukan, terjadi saat korban mendatangi rumah pelaku dengan istri barunya. Lantas terjadi cekcok hingga keluar kata -kata kasar dari korban saat hendak mengambil anaknya.

Adanya kata kasar mengakibatkan pelaku tersinggung. Selanjutnya ia ke dapur mengambil pisau dapur dan menusuk di bagian dada sebelah kiri sampai pegangan pisau terputus.

Beberapa saat kemudian korban dibawa ke rumah sakit di Kota Malang. Sementara pelaku kabur hingga ke taman Merjosari.

Setelah mendapat perawatan medis, kondisi korban saat ini sudah membaik. Pelaku ini diketahui dulu terjerat kasus kekerasan dalam rumah tangga pada akhir 2020 lalu. “Pelaku SH dijerat pasal 338 Jo 53 KUHP, dan Pasal 351 (2) KUHP yang hukumannya lima tahun penjara,” pungkasnya. (*/had)