PPDB SMP di Kabupaten Malang Perhatikan Prokes

Foto: Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupaten Malang telah dibuka. Hal ini tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Suprianto, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri kabupaten Malang menjelaskan bahwa pelaksanaan kali ini dibagi dua gelombang. Yakni pertama mulai tanggal 3 sampai 5 Mei untuk jalur prestasi, afirmasi dan perpindahan dan kedua jalur zonasi yang akan dilaksanakan sekitar tanggal 18 sampai 21 Mei setelah lebaran.

Sebelumnya diawali pengiriman operator ke PT Telkom seminggu yang lalu dengan bimbingan teknik ditambah pembuatan juklak dan juknis PPDB. “Jalur prestasi yang dilihat piagam, sertifikat, raport dengan kuota 20 persen, kepindahan 5 persen dan afirmasi 20 persen,” tukasnya.

Sertifikat atau prestasi dengan level Kabupaten Malang bisa diturunkan secara sistematis dan sikapi secara fleksibel agar pengisian siswa bisa terpenuhi sesuai harapan dan aturan yang ada.

Farida Surtikanti, Kepala SMPN 01 Sumberpucung Kabupaten Malang menambahkan bahwa kuota untuk PPDB siswa berprestasi 20 persen. Ketentuannya, akademik dari raport yang dikeluarkan sekolah dasar untuk juara olimpiade dengan sertifikat dan prestasi non akademik dengan sertifikat minimal tingkat kabupaten.

Lanjut dia, jalur perpindahan dengan kuota 5 persen bagi siswa yang berpindah biasanya siswa dengan orang tua TNI – Polri atau ASN dimana perpindahan kerja dari orang tua dengan menunjukkan Surat Keputusan (SK) perpindahan tugas dan rekom dari atasan pihak terkait.

“Begitu instansi yang lain boleh selain SK tugas juga rekom dari atasannya, kalau untuk pejabat cukup SK tugasnya,” ujarnya.

Jalur apermasi dengan kuota 20 persen bagi siswa kurang mampu denganmenunjukkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Program Keluarga Harapan (PKH) dengan dilampiri surat keterangan tidak mampu dari desa atau lurah dan dinas sosial.

“Targetnya untuk tahun ini sama dengan tahun kemarein yakni 9 rombel, dimana jumlah peserta didik dalam setiap rombongan belajar tidak melebihi 32 orang dan untuk SMP/MTs tidak melebihi 36 orang sesuai Permendikbud nomor 23 Tahun 2013 pasal 2 poin 2,” pungkasnya. (yon)