PPKM Darurat Diterapkan, Kalangan Dunia Pendidikan Beri Pandangan

Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si. (Foto: Ist)

BACAMALANG.COM – Perhatian publik dan semua pihak di Indonesia saat ini terpaku pada penerapan PPKM Darurat sebagai rem emergency menghalau persebaran Covid-19. Program menekan laju virus yang diduga berasal dari Wuhan China ini digelar mulai 3-20 Juli 2021 di wilayah dengan angka positif Covid-19 tinggi.

Meski menuai beragam tanggapan, namun sebagian besar kalangan dunia pendidikan bersikap mendukung demi perlindungan dan keselamatan manusia. “Ya Kita ikuti kebijakan pemerintah tentang PPKM Darurat ini mas, karena perlindungan dan keselamatan manusia lebih utama,” tegas Rektor Universitas Islam Malang (Unisma)
Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si.

Maskuri menuturkan, agar penerapan program berjalan maksimal dan optimal, dibutuhkan sosialisasi. “Sosialisasi perlu digencarkan. Hal ini penting agar implementasinya bisa berjalan maksimal dan optimal,” tutur Maskuri.

“Sebagai akademisi, untuk pendidikan perlu ada program-program untuk hibah kompetisi diharapkan selalu digencarkan. Saya sudah menyarankan ke Kemendikbudristek dan Kemenag RI mas. Sedangkan untuk masyarakat bisa diberikan KIP (Kartu Indonesia Pintar),” urainya.

BERPIKIR KRITIS DAN IKHTIAR

Sementara itu, Kepala Mts Azharul Ulum Dampit Kabupaten Malang Miskari juga turut memberikan pandangan terkait PPKM Darurat. “Hidup mati manusia adalah hak Allah SWT yang menentukan, tentu Kita percaya dan berserah diri. Tapi Allah SWT juga membuat sebab/ perantara/ wasilah dalam sebuah kematian. Percaya atau tidak, angka kematian menunjukkan linier dengan peningkatan pandemi Covid 19,” terang Miskari.

“Allah SWT mewajibkan umat untuk meminta melalui do’a dan berusaha untuk menghindari atau mencegah peningkatan wabah ini. PPKM darurat (Mikro) tentu menyulitkan banyak pihak dan sektor, secara ekonomi, sosial, pendidikan dan lainnya kembali dibatasi. Tapi bagi yang sadar dan mau berfikir Kita tak punya pilihan lain kecuali Kita mau semakin lama.dan semakin berlarut-larut membiarkan angka kematian akibat pandemi ini semakin tinggi dan menyebar atau mengakhirinya,” terang pria mantan anggota DPRD Kabupaten Malang ini.

“Pandemi adalah salah satu ayat kauniyah (ayat Allah SWT yang tersirat dalam fenomena/ kejadian/ kondisi alam). Kita wajib berfikir tentang kejadian ini. Berdzikir mengagungkan Allah SWT dan meminta pertolongan juga beramal shalih dengan ikut mencegah meluasnya wabah,” tukasnya mengakhiri. (had)