PPKM Dicabut, Pelaku UMKM Kota Malang Sambut Positif dan Berharap Usaha Semakin Maju

Salah satu produk pot sabut kelapa. (ist)

BACAMALANG.COM – Jelang tahun baru 2023 lalu, Presiden RI Joko Widodo mencabut pemberlakuan PPKM di Indonesia.

Merespon hal ini salah satu pelaku UMKM Kota Malang, Pengrajin Pot Sabut Kelapa Cocodama, di Kampung Dinoyo Patmanam (IV, V, VI) Kota Malang, Hadi Mustofa menyambut positif dan berharap usahanya semakin maju.

“Kami senang sekali. Sujud syukur. Alhamdulillah pada hakikatnya kita tak perlu khawatir yang berlebihan dengan adanya pencabutan PPKM,” tegas Hadi, kepada bacamalang.com, Rabu (25/1/2023).

Ia menjelaskan dampak positif pencabutan PPKM. “Dampak positifnya ekonomi bisa terus berjalan,” urainya.

Pemandangan pengusaha kecil bisa membuat kampung bisa berseri dan selayaknya pemerintah memberikan apresiasi. (ist)

Ia mengungkapkan dirinya berjualan produk berupa Pot sabut kelapa, dengan pembeli berasal dari masyarakat lokal.

Dikatakannya, penjualan naik turun karena peminat pot sabut kelapa hanya orang yang gila tandur saja. Sebelum pencabutan PPKM laku terjual 15 pot, dan setelah pencabutan PPKM meningkat menjadi 20 pot rata-rata setiap bulan.

Ia mengungkapkan cara pemasaran yaitu secara online maupun offline. Ia menjual secara titip di kios bunga, serta melayani penjualan di rumah setiap hari.

Ia menyebutkan, kelebihan pot Sabut Kelapa dari pot lainnya adalah warna daun tanaman bisa lebih cerah (hijau) dibanding jika menggunakan pot biasa karena mengandung zat Kalium yang baik untuk tanaman, khususnya Anggrek. Namun baik juga untuk tanaman selain Anggrek.

Ia menceritakan dulu ia bermodal Rp 2 juta saat pertama memulai usaha dan kini bisa meraup Rp 150 ribu rata-rata setiap hari.

Ia menawarkan aneka produk seperti pot jenis Keong, Sepatu, Love, Bulat, Kotak Besar maupun kotak kecil yang laku keras.

Ia mengaku tidak kewalahan dalam melayani demand (permintaan) pasar karena mempunyai banyak tenaga yang ikut membantu yakni ibu-ibu rumah tangga serta pemuda sekitar kampung.

Untuk memajukan usaha Hadi ingin menjalin sinergi dengan berbagai pihak utamanya yang mempunyai satu visi dalam urban farming, untuk mewujudkan ketahanan pangan saat pandemi.

“Keinginan ke depan supaya ada pihak yang ikut bersinergi dalam mewujudkan urban farming untuk ketahanan pangan, sehingga produk saya bisa ekspor ke luar negeri. Dengan desain yang menarik tentunya. Bagi yang pingin lihat aneka produk bisa sambang di Instagram : Cocodama.mlg,” urainya.

Ia berharap pemerintah ikut membantu. “Besar harapan kami semoga pemerintah memperhatikan nasib kami para pengusaha kecil. Yang kami inginkan saat ini bantuan mesin pengurai sabut kelapa supaya produksi kami lebih efektif,” pungkasnya. (had)