Prodi DKV Ma Chung Torehkan Dua Prestasi di Penghujung Tahun 2021

Mahasiswa Prodi DKV Ma Chung Listo Nagamasda, saat menjuarai Lomba Poster Infografis 2021 Gempur Rokok Ilegal yang diselenggarakan Pemerintah Kota Malang bekerjasama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea dan Cukai Tipe Madya Malang di kategori mahasiswa. (ist)

BACAMALANG.COM – Masa pandemi bukan menjadi halangan untuk tetap berkarya. Kabar gembira kembali datang dari civitas akademika Universitas Ma Chung, khususnya dari Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV). Di penghujung tahun ini, seorang dosen dan seorang mahasiswa menorehkan dua prestasi yang membanggakan.

Adalah Listo Nagamasda, yang baru saja menjuarai Lomba Poster Infografis 2021 Gempur Rokok Ilegal yang diselenggarakan Pemerintah Kota Malang bekerjasama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea dan Cukai Tipe Madya Malang di kategori mahasiswa. Kegiatan ini merupakan bagian dari usaha Pemkot Malang melakukan sosialisasi kepada masyarakat Kota Malang terkait peredaran rokok ilegal yang masih banyak dijumpai. “Sebenarnya ada beberapa tema poster, namun saya memilih sub-tema poster yaitu ‘Manfaat cukai untuk Pembangunan Daerah’,” ungkap Listo, Rabu (15/12/2021).

Mahasiswa angkatan 2018 DKV Ma Chung ini menambahkan, poster karyanya akan dipasang di berbagai titik di Kota Malang, sehingga dia ingin memberikan poster infografis yang tidak membosankan, menarik, dan sepadat mungkin.
“Poster ini berisi informasi aktual, tulisannya singkat dan detail, serta perbandingan elemen teks dan visual yang seimbang, dari sisi warna, saya memakai warna yang menjadi identitas Bea Cukai dan mengadaptasi gaya flat illustration,” sambungnya.

Ia menegaskan bahwa sisi audiens harus menjadi prioritas, dimana desain harus mengikuti gaya yang dapat diterima oleh rentang umur pemuda hingga dewasa. Prestasi Listo ini diikuti dosennya, Amar Ma’ruf Stya Bakti, M.Pd. Amar membuktikan kualitas pengajar DKV Universitas Ma Chung dengan menjuarai Lomba Logo Badan Pangan Nasional. “Dua minggu saya mencari ide yang dapat mewakili konsep Badan Pangan Nasional,” ujar Amar.

Ia memamparkan konsepnya logonya, berupa gambar daun yang merepresentasikan pangan, bentuknya kuncup yang menyatakan kebaruan, berkelanjutan, serta harapan untuk pemenuhan pangan bagi rakyat Indonesia secara mandiri dan berdaulat. “Ada kesan bentuk checklist yang merepresentasikan pilar ketahanan pangan berupa ketersediaan keterjangkauan pemanfaatan yang akan dilaksanakan oleh BPN serta merepresentasikan kualitas pangan yang didistribusikan ke seluruh Nusantara,” imbuhnya.

Ada pula warna hijau tua dan muda untuk melambangkan pangan, serta kuning dari sinar matahari yang melambangkan sumber energi.
Ini bukan prestasi nasional Amar yang pertama. Beberapa kali dosen yang satu ini menyabet gelar juara dari berbagai sayembara logo yang diadakan oleh beberapa kementerian dan perhelatan tingkat nasional.
“Sejak 2017 saya sudah gemar mengikuti lomba logo, untuk mengasah kreativitas dan menyalurkan ide,” pungkasnya. (ned/lis)