Prof Erlina PhD: Kartini Sukses Tidak Melulu Berdasarkan Gelar Pendidikan Saja

Caption : Prof. Erlina, SE., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CPA., CMA guru besar FEB Universitas Sumatera Medan. (ist)

BACAMALANG.COM – Tanggal 21 April akan selalu menjadi hari bersejarah di Indonesia. Akan selalu ada acara dan kegiatan yang positif untuk memperingati Hari Kartini yang dilaksanakan setiap tanggal 21 April.

Tak terkecuali oleh Forum Dosen Akuntansi Publik (FDAP) Indonesia yang mengadakan Kartini’s Day yang menghadirkan Kartini hebatnya yang bekerjasama dengan tujuh Perguruan Tinggi Indonesia.

Yakni meliputi perguruan tinggi USU Medan, UPN Veterang Jatim, UMB Jakarta, dan UWG Malang.

Kartini’s Day yang diselenggarakan oleh FDAP ini disupport oleh BEM FEB Universitas Widyagama Malang dan Inspire Media TV dengan bentuk kegiatan berupa Talkshow.

Talkshow dengan tema “Peran Perempuan Inspiratif Dalam Bidang Pendidikan, Profesi Dan Masyarakat Di Masa Pandemi” ini diikuti oleh 465 peserta yang terdiri dari para kaum milenial, dosen dan praktisi.

Mengundang Narasumber hebat dan inspiratif yakni Prof. Erlina, SE., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CPA., CMA yang merupakan guru besar FEB Universitas Sumatera Medan.

“Makna Kartini yakni seluruh wanita yang ada di tiap keluarga yang mendidik anak dengan baik untuk menjadi generasi unggul nantinya. Kartini yang sukses ialah Kartini yang mampu mendidik anaknya dengan baik mampu menyokong suaminya yang maknanya bahwa Kartini yang baik ialah ia yang mampu menyeimbangkan perannya di keluarga dengan perannya di luar rumah. Pada intinya Kartini sukses harus bisa seimbangkan Peran Domestik dan Publik,” urai Prof. Erlina, SE., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CPA., CMA guru besar FEB Universitas Sumatera Medan.

Selain itu beliau menyampaikan cara untuk menyeimbangakan kecerdasan yang dimiliki sekarang ialah dengan terus mengasah dan mencari tahu hal-hal baru karena selayaknya pisau yang tumpul apabila terus diasah lama kelamaan akan menjadi tajam.

“Cara untuk menyeimbangakan kecerdasan yang dimiliki sekarang ialah dengan terus mengasah dan mencari tahu hal-hal baru karena selayaknya pisau yang tumpul apabila terus diasah lama kelamaan akan menjadi tajam,” pungkasnya. (tik/had)