Prof JE Sahetapy Mangkat, Dekan FH Unair Sampaikan Duka Mendalam

Caption : R I P. Prof Dr Jacob Elfinus Sahetapy. (ist)

BACAMALANG.COM – Atas mangkatnya Pakar Hukum Nusantara, Prof JE Sahetapy, Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Iman Prihandono, SH, MH, LL.M, Ph.D menyampaikan rasa duka yang mendalam, Selasa (21/9/2021).

“Kami semua merasa kehilangan atas berpulangnya Prof Dr Jacob Elfinus Sahetapy. Sebab, beliau merupakan salah satu pakar hukum yang punya banyak kontribusi besar kepada negara Indonesia,” tegas Dekan Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Iman Prihandono, SH, MH, LL.M, Ph.D.

Dikatakannya, dunia hukum Indonesia sedang kehilangan. Salah satu tokoh hukum Indonesia, Prof Dr Jacob Elfinus Sahetapy tutup usia, pada Selasa (21/9/2021) pukul 06.57 WIB.

Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) itu meninggal di usia 89 tahun di rumah sakit. Jenazahnya dibawa ke rumah duka di Grand Heaven Surabaya.

“Tentu kami sangat kehilangan. Beliau adalah sosok yang berani, tegas, dan kritis terhadap apapun yang beliau anggap benar,” ungkap Iman.

Selain itu, salah satu prestasi dan jasa besar Prof Dr Jacob Elfinus Sahetapy adalah merampingkan RUU KUHP, sehingga membuat penerapannya pun lebih praktis.

“Perampingan RUU KHUP itu yang saya tahu merupakan salah satu kontribusi beliau (Prof Dr Jacob Elfinus Sahetapy),” katanya.

Menurut Iman, Prof Dr Jacob Elfinus Sahetapy mengabdi di Unair sejak tahun 1959 lalu, bermula jadi asisten dosen hingga menjadi Dekan Fakultas Hukum Unair pada tahun 1979 hingga 1985.

“Baru pensiun tahun 1998, kemudian pernah menjadi anggota DPR RI. Pasca itu beliau banyak tinggal di Jakarta,” ujarnya.

Sekilas info, Prof Sahetapy atau lebih dikenal JE Sahetapy adalah guru besar ilmu hukum Unair Surabaya. Ia lahir pada 6 Juni 1932 di Saparua.

Setelah lulus SMA di Surabaya dia melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Unair. Kemudian meneruskan studinya di University of Utah, Amerika Serikat (AS) pada 1962.

Sepulangnya dari kuliah di AS, dia sempat dituduh sebagai mata-mata CIA dan baru bisa mulai mengajar pada tahun 1979. Tak hanya mengajar di Unair, ia juga memiliki karier akademis di Universitas Diponegoro dan Universitas Indonesia.

Mendiang pernah masuk dalam gelanggang politik dan menjadi anggota DPR Komisi II dari Fraksi PDIP sejak tahun 1999-2004. (had)