Protokol Kesehatan Ala Gudang Baru Cegah Covid-19

Manajer Marketing Gudang Baru, H Agus Hariadi (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Perusahaan rokok Gudang Baru telah menerapkan sejumlah protokol kesehatan demi mengantisipasi pandemi Coronavirus disease 2019 atau Covid-19.

Menurut Manajer Marketing, H Agus Hariadi, setiap pekerja di Gudang Baru dibekali sejumlah alat pelindung diri atau APD. Seperti diantaranya masker, hand sanitizer, dan sarung tangan.

“Protokol kesehatan sudah dijalankan. APD sudah siap. Hand sanitizer dikasih satu-satu, ada isi ulangnya. Kami juga beri vitamin. Kita juga punya bilik silico. Maksud kami ya ingin maksimal, jadi pabrik ini sudah antisipasi sendiri. Setiap pekerja yang mau masuk diukur suhu tubuhnya menggunakan thermo gun. Kalau ada yang diatas rata-rata, kita anjurkan untuk pulang. Tapi alhamdulilah belum ada, sejauh ini masih aman. Sejak dini kita sudah antisipasi, kita koordinasi dengan rumah sakit sendiri, Wava Husada,” ujar Agus, Rabu (1/4/2020).

Gudang Baru juga melaksanakan penyemprotan disinfektan di seluruh area pabrik. Termasuk juga terlibat aksi sosial penyemprotan disinfektan di Kabupaten Malang dan Lumajang.

“Kemarin sudah disemprot di seluruh pabrik dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran milik kita sendiri. Di Lumajang kita andil sumbangan 3 juta, rencananya untuk tiap desa, seluruh Lumajang. Kita juga sudah bantu di Kepanjen. Kita sudah siap mulai awal, sudah kita siapkan semuanya,” ungkap Agus.

Pabrik rokok terbesar di Kabupaten Malang itu juga tengah menggodok kebijakan agar para pekerjanya tetap produktif di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Standar keamanan dan kesehatan kita tambah. Kita berencana meliburkan pekerja yang borongan itu, mungkin mulai tanggal 11 sampai 26, disini ada 3.000 pekerja borongan SKT (sigaret kretek tangan). Kalau mesin, SKM (sigaret kretek mesin) kan masih bisa jalan, kan hanya butuh beberapa orang saja. Yang rawan itu kan yang SKT. Bisa juga planning-nya separuh kerja, separuh diliburkan, untuk menerapkan jaga jarak. Untuk sales jam kerjanya dikurangi, jam 2 sudah harus masuk kantor,” terang Agus. (mid/yog)