PT Gunadharma Anugerahjaya Digugat, Buntut Pengerjaan Proyek

Foto: Layangkan gugatan untuk PT Gunadharma Anugerahjaya. (yog)

BACAMALANG.COM – PT. Gunadharma Anugerahjaya (GA) digugat oleh James Iwan Niswar (50), warga Jalan Puncak Buring Indah, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Melalui kuasa hukumnya, Moh Nadzib Asrori, SH, M.Hum, CPL, James mengajukan gugatan karena perusahaan yang beralamat di Jalan Wahid Hasim, Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang tersebut dianggap melakukan wanprestasi.

Dasar hukum gugatan ini merujuk Pasal 1320 dan Pasal 1338 KUH Perdata.

“Penggugat ini bergerak di bidang sipil atau kontraktor. Pada tanggal 28 September 2016, tergugat, melalui Edo Darmanto selaku Project Manager, menghubungi penggugat agar mengerjakan proyek GOR Gajah Mada di Kota Batu untuk membuat railing tangga dan fasade,” terang Moh Nadzib.

Kontrak Rp 460.218.750

Untuk itu, lanjutnya, pada tanggal 10 November 2016, antara penggugat dan tergugat terjalin kesepakatan pengerjaan dengan nilai kontrak Rp 460.218.750. Setelah menandatangani kontrak, penggugat mulai mengerjakan pekerjaannya.

“Selama pengerjaan proyek, tergugat sudah melakukan 6 kali pembayaran dengan total pembayaran Rp 341.’000.000. Sehingga ada sisa dari nilai kontrak Rp. 119.218.750. Semua pekerjaan telah selesai keseluruhan di bulan Januari 2017,” lanjut Nadzib.

Tidak ada itikad baik

Menurut Moh Nadzib, setelah proyek selesai, tidak ada pembayaran sisa tanggungan. “Baru di tanggal 31 Desember 2017 ada pembayaran lewat transfer BCA sebesar Rp 10 juta. Sehingga sisanya tinggal Rp 109.218.750. Kemudian tergugat sering dihubungi penggugat. Sudah 3 kali penggugat mengirim surat somasi,” katanya.

Namun sampai gugatan didaftarkan, tidak ada itikad baik dari penggugat. Menurut Nadzib, patut dan wajar Pengadilan Negeri Kepanjen menghukum tergugat untuk membayar uang paksa sebesar Rp 1 juta setiap hari keterlambatan, terhitung sejak tanggal perkara memiliki kekuatan hukum tetap. “Selain itu menghukum tergugat membayar sisa pembayaran pengerjaan proyek,” pungkasnya. (*/yog/had)