PT KAI Berikan Surat Peringatan Terakhir, Jelang Penggusuran Eks Lokalisasi Girun

Caption : Petugas PT KAI menyerahkan Surat Peringatan Terakhir. (Ist)

BACAMALANG.COM – PT KAI memberikan Surat Peringatan terakhir, menjelang penggusuran eks lokalisasi Girun Gondanglegi Kabupaten Malang.

“Iya, tadi kami berikan surat peringatan terakhir atau yang ketiga kalinya sebelum kami melakukan penindakan pada Sabtu (8/5/2021) mendatang,” ungkap Kasatpol PP Kabupaten Malang, Nazaruddin Hasan.

Seperti diketahui, penertiban bangunan bekas lokalisasi Girun, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang semakin mendekati hari H pelaksanaan.

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) selaku pemilik lahan di kawasan itu memberi surat peringatan untuk yang terakhir kalinya, sebelum penertiban akan dilakukan pada Sabtu (8/5/2021) mendatang.

Surat peringatan itu diterima langsung oleh penanggung jawab dalam bisnis prostitusi di eks lokalisasi Girun tersebut, Taji.

Selain surat peringatan, di pintu masuk eks lokalisasi Girun itu juga terdapat spanduk yang berbunyi: PT KAI Daop Surabaya bersama Pemkab Malang akan melakukan penertiban bangunan liar di eks lokalisasi Girun Desa Gondanglegi Wetan. Diminta kepada seluruh penghuni agar segera membongkar sendiri bangunan sebelum tanggal 8-Mei-2021.

Sementara itu, Taji mengakui jika lahan yang ia huni selama ini memang milik PT KAI. Ia juga mengaku pasrah pasca dibongkarnya bangunan itu nanti. Artinya, bisnis prostitusi yang dirintis oleh almarhum Girun sejak tahun 1980 silam terhitung mulai Sabtu (8/5/2021) mendatang dinyatakan tamat.

“Yang jelas PSK itu nantinya sudah tidak ada lagi. Untuk pekerjaan ke depan belum terpikirkan,” ujarnya.

Selanjutnya, Taji berharap tidak hanya bangunan Girun yang dibongkar, tapi area yang berada di selatan, area eks Stasiun Kereta Api, Kecamatan Gondanglegi juga harus dibongkar.

“Selain disitu, tempat kos anak-anak penjual kopi warung cetol di pasar Gondanglegi, bisnis prostitusi disitu juga lebih besar,” pungkasnya. (*/had)