Pupuk Rasa Cinta Pada Negara, Gus Miftah Ajak Milenial Ngaji

Gus Miftah berbincang dengan wartawan usai acara Milenial Sinau di Kepanjen (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Pengajian bisa menjadi media bagi milenial untuk lebih mencintai negara. Setidaknya hal itu yang disampaikan Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah.

Hal ini dituturkan Gus Miftah usai acara Milenial Sinau di Rumah Makan Bebek Songkem, Jalur Lingkar Barat, Kota Kepanjen, Jumat (27/11/2020).

Pada Milenial Sinau yang mengusung tema ‘Sumbangsih Milenial Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa’, ada beberapa hal yang ditekankan ulama kondang tersebut.

“Artinya hari ini banyak orang mulai belajar agama, termasuk kalangan milenial. Tapi yang terjadi kadang-kadang salah pemilihan komunitas, maka sehingga kemudian beragamanya menjadi mengkhawatirkan. Saya berharap, ketika saya masuk ke temen-temen milenial, minimal kemudian saya bisa mengarahkan mereka bahwa ngaji ini tidak harus bertentangan dengan negara,” ucap Gus Miftah.

Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman Yogyakarta menambahkan, melalui pengajian, milenial bisa paham apa arti penting negara bagi mereka.

“Maka kita ajarkan kepada mereka untuk mencintai negara melalui pengajian. Saya pingin kemudian ngaji kebangsaan ini menjadi trend, menjadi lifestyle, bahwa kemudian harus dimulai dari muda, sifat untuk mencintai negara,” terang ulama nyentrik ini.

Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta pun bilang, kerukunan antar umat harus terus dijaga untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gus Miftah kemudian membeberkan kiatnya.

“Maka yang saya sampaikan adalah kerukunan, soal Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, bahkan kedepan kita akan berbicara empat pilar kebangsaan kepada anak-anak muda,” Gus Miftah menuturkan.

Ulama 39 menerangkan, ngaji kebangsaan yang digagasnya sudah berjalan. Gus Miftah merintis ngaji kebangsaan mulai dari warung-warung kopi di Yogyakarta.

“Saya di Jogja itu sudah merintis satu acara namanya Orasi. Saya masuk warung-warung kopi besar di Jogja yang ada bisa menampung tamu-tamu banyak. Saya membuat acara yang namanya Orasi, Obrolan Seputar Masalah dan Realita Hati. Jadi semuanya bisa ngobrol disitu, bisa tanya jawab dengan kita. Saya pernah, 12 pertanyaan kita bahas dua jam. Dan itu semua anak-anak muda,” Gus Miftah mengakhiri. (mid/yog)