Purnawidya SMK PGRI 7 Singhasari Malang, Wujudkan Generasi Milenial yang Berkarakter dan Berbudaya Nusantara

Persembahan bunga mawar dari siswa untuk guru saat momen Purnawidya Siswa Kelas XII SMK PGRI 7 Singhasari Malang Tahun Pelajaran 2021/2022. (ist)

BACAMALANG.COM – Sebanyak 40 siswa SMK PGRI 7 Singhasari Malang mengikuti prosesi Purnawidya dengan tema “Mewujudkan Generasi Milenial yang Berkarakter dan Berbudaya Nusantara” yang berlangsung di Auditorium Multikultural Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Sabtu (25/6/2022).

Para lulusan ini secara keseluruhan dari 5 jurusan. Diantaranya, dari Agribisnis Ternak Unggas (ATU), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP), serta Jasa Boga (JB).

Ketua Panitia Purnawidya Siswa Kelas XII SMK PGRI 7 Singhasari Malang Aniek Harijati, S. Pd menuturkan, para lulusan yang nantinya akan lanjut ke jenjang perguruan tinggi atau dunia kerja akan didukung penuh sesuai dengan keinginannya masing-masing.

“Selama ini, mereka sudah melalui proses yang panjang mulai dari ujian praktik, serangkaian ujian tulis, negara, dan sebagainya. Harapannya, mereka bisa mendapatkan tempat yang terbaik,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua PPLP-PT PGRI Malang, Drs. Abdoel Bakar, M.Pd mengaku bahwa pihaknya akan memprioritaskan lulusan SMK PGRI 7 Singhasari Malang dan SMA PGRI 6 Malang yang hendak lanjut menimba ilmu di perguruan tinggi untuk dapat masuk ke Universitas PGRI Kanjuruhan Malang.

“Tapi ya tidak cuma-cuma, tetap ada proses seleksi yang harus diikuti. Hanya saja ada keistimewaan berupa sistem pembayaran pendidikan. Bagaimanapun mereka adalah bagian dari Unikama. Jadi, kami adalah satu kesatuan,” tegasnya.

Lanjutnya, Ia berpesan kepada 40 siswa ini untuk menjadi pionir di tengah-tengah masyarakat, baik yang terjun di dunia kerja maupun perguruan tinggi. “Jangan lupa sesukses apapun dan setinggi apapun jabatan, tidak akan berarti apabila tidak berbakti. Selain itu, tolong dijaga nama baik almamater PGRI,” tandasnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala PMB Unikama, Rina Wijayanti M.Si berfokus pada mutu dan kualitas 40 siswa ini, Dirinya menawarkan pilihan untuk siswa-siswa ini yakni bagaimana bekerja sambil berkuliah. Pihaknya sangat terbuka dan berpesan kepada lulusan ini untuk tidak ragu mengonsultasikannya.

“Apa yang disampaikan Pak Abdoel Bakar betul, kita kasih hadiah ke para lulusan ini sebagai apresiasi sekaligus motivasi. Ga tanggung-tanggung, kita kasih diskon 100 persen untuk DPP bagi siswa SMA dan SMK PGRI di Malang yang berkuliah di Unikama. Mereka yang masih ga mampu, kita ada program yang bisa mengajukan KIP dan mereka akan bebas UKT,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Kepala Sekolah SMK PGRI 7 Singhasari Malang Laila Hayati, S.Pd. mengucapkan terima kasihnya kepada semua murid, guru, dan yayasan yang sudah berkolaborasi. Tentunya hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat Malang mulai menaruh kepercayaan pada instansinya untuk mendidik putra-putri mereka dan kepala sekolah ini menaruh doa kepada lulusannya agar dapat sukses.

Di sisi lain, salah satu guru SMK PGRI 7 Singhasari Malang Retno Istiasih, S.Pd., berharap para lulusan ini bisa lanjut ke perguruan tinggi semuanya. “Soalnya, kan sekarang dunia kerja itu keras, jadi mereka harus bisa mengasah kemampuan, apalagi kita kerjasama dengan Unikama harusnya bisa dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan Purnawidya ini juga diisi dengan Tari Topeng Malangan sebagai wujud pelestarian budaya. Kemudian, pembacaan puisi sebagai pengantar pelepasan para siswa, serta persembahan dari siswa hingga guru. Selain itu juga penyerahan bunga mawar sebagai tali asih antara siswa kepada guru, maupun sebaliknya. (why)