Raih Guru Besar di Usia ke-66 Tahun, Sutanto Hidayat Resmi Menjadi Profesor ke-9 di ITN

Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE (kiri), saat pengukuhan Prof. Dr. Ir. Sutanto Hidayat, MT sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen di auditorium ITN Malang, Kamis (3/2/2022). (ned)

BACAMALANG.COM – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang kini memiliki profesor yang ke-9 setelah Prof. Dr. Ir. Sutanto Hidayat, MT resmi dikukuhkan sebagai guru besar Bidang Ilmu Manajemen. Kamis (3/2/2022). Profesor Sutanto Hidayat memaparkan Manajemen Pembangunan Infrastruktur sebagai Penguat Kebijakan Publik Menuju Peningkatan Ekonomi yang Mapan dalam pengukuhan yang dihelat di auditorium ITN Malang.


Rektor ITN Malang, Prof. Dr. Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE merasa bangga dengan pengukuhan Prof Sutanto sebagai guru besar, sebab Profesor Sutanto berhasil meraih gelar Guru Besar di usia yang 66 tahun.


“Beliau juga telah mengabdi selama 46 tahun sebagai dosen, punya jaringan luas yang membuat kampus ITN dapat lebih terbuka dengan dunia luar, sehingga ‘link dan match’ antara ITN dengan dunia industri di luar bisa optimal,” paparnya.


Profesor Lomi menambahkan, apa yang diraih Profesor Sutanto ini menjadi motivasi bagi para dosen generasi muda di kampusnya. Ia menguraikan, jumlah profesor di Indonesia idealnya 60.000 orang, namun faktanya masih 7.000 dari sekitar 230 ribu dosen. Sementara di ITN baru ada 9 orang profesor dari 189 dosen.


“Idealnya 40 persen dari 189 dosen tersbut,” imbuh dia.
Profesor Lomi mengaku saat ini sudah ada tiga doktor yang berpotensi untuk menjadi guru besar dalam tiga tahun ke depan.

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan anak-anak muda dari Sanggar Kelas Sinau Seni Karsa Budaya Kota Batu. (ned)


“Saya ingatkan, meraih profesor itu sangat sulit dengan kriteria yang ditetapkan pemerintah saat ini, sehingga sekali lagi kami merasa termotivasi dengan semnagat dari Profesor Sutanto,” tandasnya.


Sebaliknya, Profesor Sutanto mengaku bahwa dirinya justru termotivasi dari para dosen generasi muda, karena Profesor Lomi sudah meraih Profesor di usia yang jauh lebih muda dari dirinya.


“Okelah kalau meniru semangat saya, tapi yang penting bukan lelet (lambat)-nya yang ditiru,” ungkapnya usai pengukuhan.
Terkait pidatonya, Profesor Sutanto menilai akhir-akhir infrastruktur sudah digenjot Pemerintah dan sudah pada posisi yang lebih baik.


“Seperti di Malang misalnya sudah ada tol. Intinya infrastruktur perlu dioptimalkan dan perlu sinergitas dari berbagai pihak,” pungkasnya.


Pengukuhan tersebut digelar secara hybrid mengingat saat ini masih pandemi. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan anak-anak muda dari Sanggar Kelas Sinau Seni Karsa Budaya Kota Batu. (ned)