Rakorda Regsosek BPS, Upaya Pemerintah Tentukan Kebijakan untuk Masyarakat

Wali Kota Malang membuka secara resmi Rakoda Regsosek di Hotel Atria Malang

BACAMALANG.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang akan melakukan pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) mulai 15 Oktober hingga 14 November 2022 mendatang. Hasil Regsosek itu diharapkan bisa menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan kebijakan dan membuat solusi permasalahan masyarakat, salah satunya terkait pengentasan kemiskinan di kota pendidikan.

Wali Kota Malang, Sutiaji menjelaskan, keberadaan data memiliki peran penting dalam penentuan program percepatan pengentasan kemiskinan. Sehingga pihaknya mendukung upaya BPS dalam melalukan pendataan Regsosek ini.

“Percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dilakukan berbasis data. Sehingga program pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah ini bisa akurat dan tepat sasaran,” jelas Sutiaji, Selasa (27/9/2022).

Sutiaji melanjutkan, bahwa pada tahun 2021, garis kemiskinan Kota Malang pada level Rp 570.238 per kapita per bulan atau meningkat sekitar 15,4 persen dibandingkan tahun 2020. Sedang indeks  kemiskinan, pada tahun 2021 sebesar 0,87 atau naik 0,21 poin dibandingkan tahun 2020 yang berada di posisi 0,66.

“Artinya, rata-rata pengeluaran penduduk miskin Kota Malang semakin menjauh dari garis kemiskinan. Hal ini memberi semangat positif pada pemerintah bahwa dalam menentukan atau menjalankan program kemiskinan ke depan lebih terarah,” ujarnya.

Sementara Kepala BPS kota Malang, Erny Fatma Setyoharini menjelaskan, ada seribu lebih petugas Regsosek yang akan di terjunkan.

“Ada sebanyak 1.342 petugas bakal diterjunkan di seluruh wilayah Kota Malang untuk melakukan pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), pendataan akan dilaksanakan mulai tanggal 15 Oktober hingga 14 November 2022 mendatang. Setiap petugas ditargetkan melakukan pendataan pada 250 Kepala Keluarga (KK),” jelas Eny.

Kepala BPS Kota Malang melanjutkan dirinya berharap masyarakat dapat menyambut baik pelaksanaan pendataan Regsosek ini. Petugas akan melakukan pendataan secara door to door atau dari rumah ke rumah.

“Kami meminta masyarakat kalau petugas datang jangan sampai ditolak. Berikan informasi yang jujur, sehingga petugas kami bisa memotret dengan benar kondisi riil, demi menyajikan data dengan benar,” terang Erny, disela-sela Rakorda Regsosek 2022, Selasa (27/9/2022).

Sebelum ke lapangan, seluruh petugas akan memperoleh pelatihan selama dua hari, guna menyamakan konsep dan definisi serta organisasi lapangan. Pelaksanaan pelatihan petugas ini dilakukan selama enam hari dengan melibatkan 18 instruktur daerah.

Dalam Regsosek tersebut, informasi yang dikumpulkan meliputi kondisi sosioekonomi, demografis, kondisi perumahan dan sanitasi air bersih, kepemilikan aset, kondisi kerentanan kelompok penduduk khusus, informasi geospasial, tingkat kesehjateraan, dan informasi sosial ekonomi lainnya.

“Dari hasil pendataan ini targetnya akan ada pemeringkatan tingkat kesehjateraan masyarakat, jadi nanti yang miskin akan ada bukti foto rumah. Sehingga nanti data kemiskinan bisa valid serta data yang dihasilkan bisa mencerminkan kondisi riil,” tandasnya.(him)