Rampungkan Metode Perekrutan, Bawaslu RI Himpun Masukan Soal dari Seluruh Provinsi

Rapat Pembahasan Tes Tertulis Panwascam yang dihadiri Koordinator Divisi SDM Bawaslu Provinsi seluruh Indonesia di Gedung Bawaslu, Jakarta. (ist)

BACAMALANG.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu RI) sedang merampungkan metode perekrutan jajaran pengawas Ad hoc (sementara) khususnya untuk Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda mengatakan pelaksanaan tes tertulis akan dilakukan serentak dengan dilakukan menggunakan dalam jaringan (daring) seperti CAT (computer assisted test) atau luar jaringan (luring) untuk daerah yang daerahnya belum terjangkau internet dengan menghimpun soal dari seluruh Bawaslu Provinsi.

“Pelaksanaan tes tertulisnya nanti akan serentak dilaksanakan dengan metode teknologi informatika (daring),. Kami harap sudah ada pemetaan dari tingkat bawah tentang kondisi jaringan internet di daerahnya karena nanti yang susah sinyal akan kita gunakan metode offline. Nanti akan ada tim dari Bawaslu RI (pusat) yang turun ke provinsi untuk melaksanakan pendampingan pada kegiatan tersebut,” katanya dalam Rapat Pembahasan Tes Tertulis Panwascam yang dihadiri Koordinator Divisi SDM Bawaslu Provinsi seluruh Indonesia di Gedung Bawaslu, Jakarta, belum lama ini.

Herwyn menyatakan perekrutan Panwascam bakal dilakukan dua kali untuk Pemilu 2024 dan Pemilihan (pemerintah daerah) 2024. “Usulan kami untuk Panwascam tetap pendidikan minimal SMA dan usia 21 tahun yang disesuaikan dengan syarat caleg. Sementara untuk Pengawas TPS kita sesuaikan dengan teman-teman yang ada di jajaran bawah KPU yaitu 17 tahun,” sebutnya.

Dia beralasan syarat Panwascam bukan 17 tahun seperti Pengawas TPS lantaran Panwascam butuh sosok yang sudah matang (dewasa). “Bahwa Panwascam itu kan lembaga turunan kita, ada sekretariatnya,. Bagaimana kalau lembaga dipimpin orang yang mungkin belum matang?,” imbuhnya.

Dia pun mengingatkan agar Anggota Bawaslu Provinsi yang hadir dapat mengumpulkan bahan soal untuk tes Panwascam. “Nanti dilakukan pemilahan sesuai standar kompetensi dan dilakukan oleh penelaah soal,” tuturnya.

Pemilahan soal ini, lanjut dia, juga akan disesuaikan dengan karakteristik daerah. “Misalnya terkait Papua kita juga akan lihat (pemilihan) standar di Papua dengan tempat lain. Itu akan kita pilah soal-soalnya. Ada klasifikasinya tersendiri, tidak akan disamaratakan,” jelasnya.

Perlu diketahui, dalam acara ini hadir pula Koordinator Komite Pemilih Indonesia, Jerry Sumampouw selaku narasumber. Menurutnya perlu memerhatikan tentang kemampuan pengetahuan mengenai tugasnya, ketrampilan, dan kepemimpinan. Termasuk untuk melalukan mediasi, yang penting.

“Ada hal yang sebenarnya bisa selesai di kecamatan dan tidak perlu naik ke tingkat kabupaten,” pungkasnya. (*/had)