Rani Jambak Raih Penghargaan Internasional The ORAM Awards 2022

Rani Jambak (baju kuning) usai menerima penghargaan musik internasional ORAM Awards di Huddersfield, Inggris, Kamis (24/11/2022).(ist)

BACAMALANG.COM – Musisi, vokalis, dan komposer pemburu suara dari Indonesia, Rani Jambak, meraih penghargaan internasional The Oram Awards 2022, di Huddersfield, Inggris, dalam salah satu rangkaian acara Huddersfield Contemporary Music Festival, Kamis (24/11/2022).

Dalam kategori penghargaan internasional The Oram Awards, Rani Jambak merupakan satu dari dua orang penerima penghargaan, dan Rani terpilih sebagai pemenang utama.

Pada publikasi resmi Oram Awards Rani disebut sebagai komposer, perancang instrumen, dan vokalis keturunan Minangkabau yang lahir di kota Medan Indonesia.

Pada kegiatan ini, selain menerima penghargaan, Rani juga akan menampilkan performance dari salah satu karya masterpiece-nya, yaitu “Kincia Aia” (Kincir Air, bahasa Minangkabau). Kincia Aia merupakan sebuah teknologi tradisional khas masyarakat Minangkabau, yang menjadi media eksplorasi Rani di proyek musiknya dalam ajang program Musicians in Residence 2021-2022 yang diselenggarakan oleh British Council.

Rani kembali menampilkan performance karyanya yang berjudul Malenong (M)ASO, yang ini telah di-launching pada 22 Juli 2022 di Nagari Lasi, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

“Dalam pengertian bahasa Indonesia, Malenong (M)ASO adalah memutar waktu dan asal. Judul ini saya pilih karena berhubungan dengan konsep karya, yaitu memutar atau menggulirkan teknologi masa lampau sehingga dapat difungsikan lagi ke masa depan”, ungkapnya Jumat (25/112022).

Master of Creative Industries Studies dari Macquarie University di Sydney, Australia ini menambahkan, ASO atau asal, dimaknai dengan asal muasal Kincia Aia yang digunakan sebagai pengkaryaan musik, adalah produk kecerdasan masyarakat Minangkabau yang telah tercatat dalam sejarah sejak 204 tahun yang lalu.

“Kincia Aia Malenong (M)ASO ini banyak mengangkat tentang suara sosial budaya dan hubungan antara manusia dan nenek moyangnya,” lanjutnya.

Ia mengembangkan karya-karya creative soundscape, yaitu merekam soundscapes dari suara-suara di alam, suara aktivitas sosial budaya masyarakat, dan suara dari instrumen maupun pertunjukan tradisional dari berbagai daerah, untuk kemudian materi suara-suara tersebut disusun dan dirangkai menjadi sebuah komposisi musik digital.

Ia konsiten untuk mengusung tajuk #FUTUREANCESTOR, sebagai cara Rani untuk menemukan identitas budaya dirinya sebagai wanita keturunan Minangkabau, dan bagaimana keterhubungan kehidupan manusia, leluhur, dan alam melalui suara.

Rani datang ke Inggris bersama suaminya, M Hario Efenur, dengan membawa sebuah replika kincia aia yang mereka buat, lengkap dengan alu-alu-nya (penumbuk) sejumlah 10 buah, di mana pada tiap alu-alu Rani menempatkan sensor yang sensitif menangkap getaran, melalui pemrograman menggunakan coding, getaran itu diubah dengan softwere MIDI pengolah suara untuk menghasilkan komposisi musik, di mana sumber bunyi musiknya diambil dari kumpulan sampling suara-suara soundscape.

“Saya mengusung #FUTUREANCESTOR sebagai proyek yang terus berjalan, karena ia masih akan terus mengumpulkan suara khas dari berbagai tempat di Nusantara, dan mendorong tumbuhnya komunitas-komunitas ‘pemburu suara’ di berbagai daerah untuk bersinergi dalam mengeksplorasi keberagaman perspektif, kearifan lokal, dan spiritualisme,” jelasnya.

Rani mengaku memenangkan penghargaan Oram adalah sesuatu yang tidak pernah dibayangkan.

“Penghargaan ini menjadi salah satu hadiah terbesar dalam hidup dan perjalanan musik saya, untuk membuat saya terus melakukan apa yang saya cintai, dan bekerja lebih keras untuk menyuarakan hubungan kembali tubuh dan jiwa kita dengan alam,” pungkasnya.

The Oram Awards adalah platform penghargaan untuk inovasi dalam musik, suara, dan teknologi terkait. Ajang penghargaan ini merupakan kolaborasi kemitraan antara beberapa organisasi yang berbasis di Inggris, yang diinisiasi oleh PRS Foundation, bekerjasama dengan The Radiophonic Institute, dan Daphne Oram Trust, untuk mengangkat karya dan suara perempuan dan pencipta musik minoritas gender dalam musik elektronik. (*/ned)