Rebut Juara Storytelling se-Kabupaten Malang, Banggakan SMPN 2 Sumberpucung

Caption: Sumartin dan Ganes. (ist)

BACAMALANG.COM – Berkat usaha berlatih tiada kenal lelah, mengantarkan Ganes Aulia Vasha siswa kelas 7 A SMPN 2 Sumberpucung Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang menjadi juara Storytelling.

“Alhamdulillah anak didik Kami bisa menjadi juara Storytelling yang diadakan MGMP Kabupaten Malang. Kami memberikan apresiasi dan semoga prestasi lain bermunculan,” tegas Sumartin, S.Pd Guru Mapel Bahasa Inggris SMPN 2 Sumberpucung, Jum’at (5/3/2021).

Seperti diketahui, telah digelar Storytelling Competition tingkat SMP negeri & swasta MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Malang 2021 secara virtual pada 22 Februari 2021.

Langganan juara

“Alhamdulillah kata teman-teman guru di MGMP Bahasa Inggris di sekolah saya langganan juara. Kami bersyukur selalu kebagian ranking papan atas. Tahun ini masa bakti saya sudah habis dan akan pensiun Bulan Oktober nanti. Harapan saya ada guru pengganti yang termotivasi untuk melanjutkan tradisi juara ini,” terangnya.

Ia mengatakan, untuk menjadikan anak mampu tampil dengan baik dibutuhkan contoh dari pelatih. “Untuk menjadikan anak mampu tampil dengan baik dibutuhkan contoh dari pelatih jadi harus bisa mengedit cerita juga harus punya kemampuan teater,” jelasnya.

Adapun juara dalam event ini meliputi. Juara harapan III : Skor 1366 diraih Elda Marsha dari SMPN 1 Tirtoyudo. Juara II Skor 1381 diraih Nadine Wahyono Putri dari SMPN 1 Wonosari. Dan juara I skor 1415 diraih Najwa Putri dari SMP Permata Jingga.

Sedangkan untuk juara ke-3 diraih Fania Permata Sari dari SMPN 1 Singosari dengan skor 1416. Juara kedua Ganes Aulia Vasha dari SMPN 2 Sumberpucung dengan skor 1429. Dan juara pertama Chandra SMPN 1 Lawang dengan skor 1441.

Persiapan Marathon

Sumartin menjelaskan di SMPN 2 Sumberpucung sejak pandemi tidak ada kegiatan ekskul ECC (English Conversation Club). “Meski agak repot karena tidak ada kegiatan conversation seperti biasanya, Kami tetap bersemangat dan bisa juara dua tahun ini. Untuk tahun lalu kegiatan tersebut masih ada, dan Kami berhasil menjadi juara pertama,” tukasnya.

Sekarang untuk penjaringan peserta pihaknya awalnya melihat beberapa anak yang mempunyai potensi, dipanggil untuk dites bahasa Inggris. “Kami juga melihat postur anak juga penting, kualitas suara, kesungguhan anak, dan kemampuan anak,” terangnya.

Ia menuturkan persiapan dilakukan selama 10 hari. Tiga hari dilakukan tes kepada calon peserta. “Alhamdulillah Ganes anak yang cerdas, cepat menangkap materi yang diajarkan, juga mempunyai rasa tanggungjawab tinggi. Ibunya selalu mengantar jika berlatih di rumah saya. Kebetulan di rumah ada gazebo, jadi ya melakulan latihan disitu. Sebelum hari “H” sempat dibawa ke sekolah untuk dilakukan taping video,” urainya.

Ia menceritakan kadang latihan juga dilakukan dengan google meet, dan tatap muka. Persiapan dijalankan secara maraton.

Ia mengaku ngedit tema cerita agar lebih hidup dan komunikatif sebelum diberikan kepada Ganes. Untuk Bahasa Inggris sama dengan mata pelajaran lainnya selama pandemi dilakukan secara daring.

“Ganes merupakan siswa kelas 7A. Ia cepat menangkap pelajaran dan tidak mudah lupa. Sebagai reward kejuaraan Ganes mendapatkan hadiah berupa tropi dan piagam penghargaan,” pungkasnya. (had)