Recovery Ekonomi dan Pemukiman Pasca Bencana Semeru

Kegiatan sukarelawan di bencana Semeru. (ist)

BACAMALANG.COM – Paska bencana Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru, masih banyak agenda
recovery yang mesti dijalankan. Selain pembangunan hunian sementara (huntara), yakni upaya membangkitkan ekonomi dan pendidikan demi keberlangsungan hidup pengungsi penting dilakukan.

Menariknya, bantuan kepedulian dari berbagai pihak masih setia dilakukan seperti dari lembaga bantuan kemanusiaan, sukarelawan (satgas) organisasi sayap partai, komunitas, LSM atau perseorangan.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun turut support pembangunan hunian nyaman terpadu untuk korban erupsi Semeru di Lumajang. Dimulai dengan acara peresmian serta kunjungan ke lokasi hunian nyaman terpadu dan pabrik batako di Kecamatan Candipuro, Lumajang,

Penanganan bencana Semeru telah memasuki masa transisi tanggap darurat sebagaimana Keputusan Bupati Lumajang. Aksi Cepat Tanggap menginisiasi sejumlah program pemulihan, salah satunya pembangunan hunian nyaman terpadu untuk korban erupsi Semeru.

Pembangunan kompleks hunian dilakukan di tanah lapang Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lumajang. Acara peresmian serta kunjungan ke lokasi hunian dan pabrik batako dilakukan, Jumat (31/12/2021).

Ketua Dewan Pembina ACT, Ahyudin, menjelaskan, hunian nyaman terpadu yang ACT bangun merupakan wujud solidaritas masyarakat Indonesia untuk membantu korban erupsi Semeru.

ACT mewujudkan salah satu pembangunan hunian terpadu agar warga yang sebelumnya tinggal di tenda pengungsian bisa memulai kehidupan barunya di tempat yang jauh lebih nyaman.

“Korban terdampak harus segera pulih dari duka bencana. Tidak cukup hanya pemenuhan pangan, ACT bersama Sahabat Dermawan memulai pembangunan hunian nyaman. Dalam beberapa waktu, tempat tinggal ini akan selesai pembangunan dan mulai ditempati. Doa terbaik Kami untuk korban agar segera kembali pulih seperti sedia kala,” ungkap Ahyudin.

100 unit hunian dengan fasilitas ruang tamu, kamar tidur, dapur, serta kamar mandi akan dibangun ACT. Total luas bangunan 6 × 4,8 meter. Warga yang menghuni nanti merupakan mereka yang terdampak letusan Semeru, berekonomi prasejahtera, hingga lansia.

Selain hunian nyaman terpadu, ACT juga menginisiasi pengembangan produksi pabrik batako. Pabrik ini menjadi upaya pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi karena melibatkan warga sekitar dan korban terdampak.

Batako hasil produksi warga bisa dijual dan dimanfaatkan untuk pembangunan hunian. Di tahap awal ini, ACT akan mengadakan 10 unit mesin produksi batako untuk mengoptimalkan manfaatnya untuk masyarakat.

TUMBUHKAN EKONOMI

Sementara itu, satgas sukarelawan organisasi sayap Partai Gelora, Blue Helmet Jatim telah menggelar rakor evaluasi kerja membahas berbagai program recovery di Lumajang.

Blue Helmet menyiapkan beberapa program recovery korban Semeru, diantaranya penumbuhan ekonomi, Pendidikan dan Kebencanaan.

“Terkait bidang Ekonomi, Blue Helmet bekerjasama dengan YesPreneur Jatim, akan melatih masyarakat Candipuro dan Pronojiwo mengolah buah Salak, salah satu komoditas unggulan Rakyat Lumajang, menjadi makanan olahan yang bernilai tinggi, seperti kripik salak, Bacem, dan lainnya,” tandas Ketua DPW Partai Gelora Indonesia Jawa Timur (Jatim) Muhammad Sirot.

Saat ini, harga buah Salak turun drastis. Ini menjadi sebab pendapatan masyarakat terdampak APG Semeru juga turun drastis. “Blue Helmat melaunching Program Recovery pengungsi, baik program UMKM pengungsi, pendidikan dan peningkatan kesadaran kebencanaan. Mohon doa dan supportnya,” pungkasnya. (*/had)