Refleksi Akhir Tahun 2021 Sahabat Alam Indonesia

Andik Syaifudin, Founder Sahabat Alam Indonesia, yang juga Ketua Harian Perhimpunan Pendaki Gunung, Penjelajah dan Pecinta Alam TMS7 INDONESIA. (dok IG)

Oleh : Andik Syaifudin*

Tahun 2021 begitu berat bagi Kita semua karena adanya PSBB (pembatasan sosial berskala besar) berjilid-jilid dan dilanjutkan PPKM, dimana keberlangsungan ekonomi menjadi ujian bagi banyak orang khususnya di kota, karena sulitnya beraktifitas.

Salah satu yang bisa bertahan adalah Petani dan Nelayan. Hal ini karena aktifitas mereka jauh dari kerumunan orang banyak, mereka bertahan karena sektor ketahanan pangan mereka tidak terganggu, hanya harga jual dari produksi mereka rendah.

Di tahun 2021 Kita dikejutkan dengan statemen Bupati di berbagai media massa tentang rencana pembangunan pabrik pengolahan Sawit serta pemenuhan lahan seluas 60.000 Ha. Hal ini sangat tidak relevan karena menggunakan lahan kering non sawah tidak memungkinkan sehingga pasti mengarah ke arah konversi hutan yang dikelola oleh Perhutani.

Kawasan Malang Selatan merupakan kawasan karst dimana keberadaan Sawit akan menjadi ancaman bencana sosial dan ekologis di masa depan.

Harusnya kebijakan pemerintah harus berdasarkan potensi di sekitar Kita yang sudah dikerjakan oleh warga yaitu bisa mengembangkan dan menguatkan sistem ketahanan pangan dengan agroforestri yang sudah ditanam oleh warga di kebun campuran.

Seperti Kelapa, Kopi, Cengkeh, Cokelat dan lain-lain. Belum lagi pengembangan sektor wisata berkelanjutan dan industri kelautan tanpa harus terjebak ilusi Sawit yang rentan monopoli pupuk dan harga, atau kebijakan-kebijakan berbasis proyek dan politis.

Bencana yang berturut-turut mulai dari Gempa Malang Selatan, banjir bandang Batu, erupsi Semeru, merefleksikan kembali banyaknya fenomena mulai dari bagaimana masifnya perubahan dan degradasi lahan, serta perambahan hutan, hingga banyaknya masyarakat berbondong-bondong datang untuk berwisata di lokasi bencana, dari kejadian-kejadian tersebut perlu adanya penguatan literasi sosial dan konservasi di masyarakat.

Bagaimana literasi konservasi menjadi bagian edukasi masyarakat untuk proses mitigasi, adaptasi dan litigasi sebuah kawasan rawan bencana serta etika-etika saat kawasan-kawasan tersebut terjadi bencana. Hal ini beban tanggung jawab tidak hanya di pemerintah tetapi seluruh stakeholder terkait dalam berbagi peran.

Tak lupa isu yang paling hangat adalah Pembangunan di KSPN / Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Bromo Tengger Semeru, minimnya sosialisasi dan konsultasi publik seperti View deck, dan jembatan gantung, sehingga memicu kritikan keras dari banyaknya aktifis terhadap tekanan pembangunan di kawasan konservasi, dimana masih banyak tumpang tindih kebijakan serta master plan yang berbeda-beda dari instansi dan stakeholder terkait.

Mengawal sebuah proses kebijakan dan pembangunan yang bersinggungan dengan kegiatan konservasi dan masyarakat salah satunya dengan memanfaatkan ruang-ruang diskusi, ruang-ruang FGD, dan ruang-ruang Kebijakan.

Hal ini agar segala bentuk kritikan dan masukan Kita tercatat dalam dokumen dan dapat menjadikan tindak lanjut serta komitmen dari stakeholder terkait.

Datang dan hadir di ruang-ruang tersebut adalah bagian dari menghargai keilmuan dan kinerja masing-masing instansi terkait, sudut pandang data riset, keilmuan serta fakta-fakta di lapangan bisa dikonfirmasi dan diklarifikasi secara langsung sesuai peran masing-masing.

Proses tersebut bagian dari mencerdaskan warga bagaimana bersuara, ingin didengar dan juga belajar mendengar, jangan sampai mengkritisi tapi tidak mau berkontribusi dan memberi solusi.

Ke depan penguatan sinergi Hexahelix harus terus Kita dorong bersama yaitu bagaimana sinergitas dan berbagi peran yang melibatkan : pemerintah, akademisi, masyarakat, swasta, NGO/CSO, dan Media agar dapat mengurai akar permasalahan demi tujuan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

*)Andik Syaifudin, Founder Sahabat Alam Indonesia, yang juga Ketua Harian Perhimpunan Pendaki Gunung, Penjelajah dan Pecinta Alam TMS7 INDONESIA.
*)Tulisan ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksiĀ BacaMalang.com.
(*/had)