Refleksi Hari Pendidikan, Begini Kata Dr Sri Untari

Foto: Dr Sri Untari. (ist)

BACAMALANG.COM – Pendidikan utamanya Pendidikan Pancasila menjadi pondasi utama untuk membangun rasa cinta tanah air generasi muda Indonesia agar bisa mengisi pembangunan dan diharapkan peran Kementerian Pendidikan bisa optimal dalam mewujudkan hal tersebut. Demikian intisari pendapat dan sorotan dari Dr Sri Untari Bisowarno MAP, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur merefleksikan tentang Hari Pendidikan Nasional 21 Mei.

“Pembangunan sumber daya manusia ini penting karena indonesia mantan negara jajahan sehingga mentalnya masih mental penjajah, mental-mental inlander, maka dibutuhkan nation character building, pada akhirnya jika nation caharcter building ini mampu kita jejakan secara benar ke dalam mindset bangsa Indonesia, maka kita akan bangga kepada diri kita sendiri tidak selalu harus bangga dengan bangsa-bangsa yang lain,” tuturnya.

“Pendidikan Pancasila ini harus menjadikan Indonesia kembali mengingat tentang nation character building yang dicita-citakan Bung Karno dalam masa lalu, dimana waktu itu Bung Karno sudah menegasakan bahwa untuk membangun bangsa Indonesia dibutuhkan membangun sumberdaya manusianya, bukan lebih dulu membangun secara fisik tapi membangun sumberdya manusianya,” jelasnya.

“Selanjutnya dengan situasi dan kondisi bangsa indonesia saat ini begitu banyak radikalisme yang berkembang dibutuhkan upaya-upaya untuk membuat bahwa Pancasila ini betul-betul menjadi way out untuk bangsa ini,” imbuhnya.

“Silahkan kita berbeda suku, agama, pendapat, perkumpulan, dan sebagainya tetapi semuanya dalam satu ruang dan kebersamaan yaitu ruang Indonesia yang ideologinya Pancasila, sehingga dengan tertancapnya ideologi negara Pancasila, radikalisme yang sekarang berkembang terutama banyak di generasi muda, ini dapat kita kurangi dan dan kita hancurkan,” imbuhnya.

“Anak-anak kita generasi muda milenial adalah generasi yang mudah berfikir dan bergerak. Tetapi begitu cepat gelisah dan putus asa dikenal sebagai generasi yang mudah galau,” tukasnya.

“Apabila mereka mendapatkan jatidiri Pancasila yang kuat mereka akan menjadi anak muda yang kuat, kokoh, punya jati diri dan kemudian tahu landasan berpikir dan tahu bagaimana memproyeksikan bangsanya ke depan,” paparnya.

“Tahun 2024 kelihatanya Indonesia betul-betul akan ditempati oleh anak-anak Gen Z, Post Z, dan gen milenial, maka disisi inilah kita harus menguatkan upaya-upaya kita untuk membangun pendidikan Pancasila secara kuat agar Indonesia yang didirikan diatas landasan Pancasila ini tidak kemudian tercerabut dan kemudian digantikan oleh ideologi yang lain,” katanya.

“Tugas dari Kementerian Pendidikan sangat kuat disitu karena yang bekerja dan berelasi dalam dunia pendidikan sangat besar, lebih besar dari seluruh stakeholder yang ada karena mulai dari PAUD sampai Perguruan Tinggi, dan kemudian tenaga guru yang semuanya berelasi dengan dunia pendidikan,” imbuhnya.

“Jadi dunia pendidikan sangat strategis dalam membangun negara yang berbasiskan dan berdasarkan Pancasila,” pungkasnya. (*/had)