Rektor Unira Wafat, Sejumlah Tokoh Berduka

Caption : Prosesi pemakaman Rektor UNIRA Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang Dr Hasan Abadi MAP, telah wafat, dan sejumlah Tokoh (Agama, Akademisi dan Aktifis) merasa kehilangan serta berduka cita.

Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Romadhon Khotib, MH, yang juga dosen Fakultas Ilmu KeIslaman UNIRA Malang, mengungkapkan pihaknya merasa kehilangan atas wafatnya mendiang.

“Atas nama ketua senat UNIRA, dengan meninggalnya sahabat Hasan Abadi, Kami merasa kehilangan, beliau di UNIRA dedikasinya sangat tinggi, penuh inovasi, sangat kreatif dan semangat yang tinggi. Mudah-mudahan amal baik beliau diterima sebagai amal ibadah yang mulia disisi-Nya,” terangnya.

Kyai Romadhon mengungkapkan, mendiang dikenal mempunyai semangat tinggi dan disukai banyak pihak. “Disamping beliau sebagai rektor UNIRA, juga sebagai Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang, dan juga sebagai Wakil Ketua GP ANSOR Jawa Timur. Lama mengabdi di lingkungan NU, sampai akhir hayatnya. Di NU juga semangatnya tinggi, tanpa pamrih, beliau sangat akrab dengan kader muda, bisa menghormati yang tua, ta’dzim dengan para kyai. Banyak disenangi sahabat, kawan, dan menjadi kebanggaan yang tua. Merupakan kader NU yang sangat potensial, makanya, banyak yang merasa kehilangan,” terangnya.

KH Romadhon mendoakan mendiang diakui sebagai santri KH Hasyim Asy’ari dan masuk surga. “Selamat jalan Mas Hasan Abadi, semoga amal baik dan keihlasanmu di NU menjadi wasilah atau lantaran Anda bisa ndereaken Muassis NU mbah Kyai Hasyim As’ari, bisa bertemu, diakui sebagai santrinya, yang InshaAllah selamat dari siksa, masuk surga Allah SWT,” tegasnya.

Cerdas, Idealisme Tinggi

Sementara itu, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim atau LPBI NU Kabupaten Malang, Rurid Rudianto, menuturkan, mendiang dikenal sebagai sosok anak muda cerdas, dan idealisme tinggi.

“Hasan Abadi adalah sosok anak muda cerdas, idealisme tinggi dan sedikit keras kepala. Saya kenal sejak saya jadi aktifis NU maupun LSM. Beliau adalah teman saya, teman kluyuran, teman sesama aktifis, dan teman seperjuangan. Sering bersama-sama, sebelum punya apa-apa. Makan bareng, suka tidur di kantor NU Kota Malang, dan suka tidur di lokasi dimana Kita melakukan aktifitas,” tegas Rurid Rudianto. (had)