Respon PMK Jelang Idul Adha, Menag Sebut Berkurban Itu Sunah

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menyinggung jika berkurban itu ibadah sunah dan jika tidak memungkinkan tidak apa-apa tidak ditunaikan.(ist)

BACAMALANG.COM – Merespon maraknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) jelang Idul Adha, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menyinggung jika berkurban itu ibadah sunah dan jika tidak memungkinkan tidak apa-apa jika tidak ditunaikan.

“Hukum kurban itu sunnah muakkad, sunah yang dianjurkan, artinya bukan wajib. Artinya jika dalam kondisi tertentu kurban ini tidak bisa dilaksanakan maka kita tidak boleh memaksakan,” kata Yaqut, Kamis (23/6/2022).

Untuk diketahui wabah PMK yang menyerang ternak masih merajalela dan situasi ini pun diperkirakan berlangsung hingga momen Idul Adha Juli nanti.

Menteri Agama pun buka suara menyikapi situasi tersebut. Yaqut menjelaskan hukum mengadakan kurban bukanlah suatu kewajiban, apalagi jika kondisinya tidak memungkinkan, misalnya seperti PMK yang sedang melanda saat ini.

Alhasil, masyarakat diminta tidak memaksakan mengadakan kurban. Menag mengatakan akan mencari alternatif lainnya.

Yaqut mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan ormas Islam untuk membicarakan dampak PMK dan Idul Qurban. Ia berharap ormas Islam dapat menyampaikan hal ini kepada masyarakat.

Dikatakannya Kementerian Agama sedang menyiapkan pengaturan terkait kurban saat pandemi PMK ini. Ada beberapa fatwa yang disiapkan, namun hal ini sedang dikoordinasikan dengan ormas Islam.

Menjelang Idul Adha kebutuhan hewan ternak sapi memang meningkat. Namun kondisi ini bertepatan dengan persebaran PMK yang menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Berdasarkan data ada 1765 kecamatan terjangkit PMK yang berstatus zona merah. Jumlah tersebut adalah 38% dari total 4614 kecamatan dan pemerintah segera melakukan penanggulangan menyediakan vaksin PMK sebanyak 28-29 juta dosis vaksin.(*/had)