Sanusi Hengkang ke PDIP, Begini Pernyataan Direktur eLSAD

Foto : Direktur èLSAD (Lembaga Studi Agama dan Demokrasi) Maulidin Al Maula. (had)

BACAMALANG.COM – Hengkangnya HM Sanusi bakal calon Bupati Malang dari PKB ke PDIP dinilai Direktur èLSAD (Lembaga Studi Agama dan Demokrasi) Maulidin Al Maula akan memunculkan anggapan dari Nahdliyin sebagai pengkhianat organisasi dan ibaratnya membangkitkan macan tidur.

Hal ini diungkapkan Direktur èLSAD (Lembaga Studi Agama dan Demokrasi) Maulidin Al Maula usai silaturahim sejumlah alumni Universitas Airlangga dengan dr Umar Usman di Kantor PC NU Senin (9/3/2020).

“Jadi dengan Sanusi diakuisisi PDIP itu asumsi PDIP salah. Dia mengira dengan mengakuisisi Sanusi akan bisa menarik gerbong NU padahal yang terjadi dalam persepsi orang Nahdliyin Sanusi dianggap justru berkhianat karena dia berganti baju PDIP,” tandas Maulidin Al Maula.

Dikatakan, akibat yang dilakukan PDIP dengan mengakuisisi Sanusi adalah ibarat membangkitkan macan tidur.

“Akibat yang dilakukan PDIP dengan mengakuisisi Sanusi adalah ibarat membangkitkan macan tidur. Yang sebelumnya nahdliyin kurang peduli pada urusan pilbup Malang paling yang ikut membincang adalah kalangan PKB tetapi begitu Sanusi sebagai identitas NU kemudian beralih ke PDIP, maka orang NU justru bangkit,” tegas pria alumnus Ilmu Politik Fisip Universitas Airlangga angkatan 90 tersebut.

Dijelaskannya, adanya kekecewaan dari Nahdliyin maka sedikit banyak jika PKB mampu mengelola akan menjadi potensi perlawanan yang luar biasa.

“Adanya kekecewaan dari warga NU akan sedikit banyak jika PKB mampu mengelola akan menjadi potensi perlawanan yang luar biasa,” tutur mantan aktifis PMII ini antusias.

Menanggapi pertanyaan, apakah kepindahan Sanusi ke PDIP tidak akan menggerogoti suara PKB, Maulidin menampik keras.

“Kepindahan Sanusi ke PDIP tidak akan menggerogoti suara PKB.
Justru suara PKB akan solid dan solidnya itu justru karena Sanusi dianggap berkhianat karena pindah ke PDIP,” pungkas Maulidin Al Maula. (had)