Satgas Covid-19 Desa Watugede Singosari, Bergaya Layaknya Power Ranger

Foto: Penyemprotan disinfektan. (far)

BACAMALANG.COM – Kreatifitas Satgas Covid-19 Desa Watugede Kecamatan Singosari Kabupaten Malang yang bergaya ala Power Ranger patut mendapat apresiasi.

“Kami senang ikut berpartisipasi dalam penyemprotan disinfektan mengusir Corona. Semoga giat ini membawa manfaat dalam antisipasi Covid–19,” tutur Ketua Satgas Covid–19 Agung, Sabtu (23/5/2020).

Sekilas informasi, layaknya Power Ranger, Tim Satgas Covid-19 Desa Watugede sigap menghadapi monster Corona.

Power Ranger, Film pahlawan super anak–anak yang populer di tahun 90-an tersebut memang sudah tidak asing lagi bagi orang secara umum baik itu anak kecil maupun orang dewasa.

Film yang mengupas tentang super hero dengan misi menumpas kejahatan monster tersebut mirip gambaran kerja Tim Satgas Covid–19 Desa Watugede Kecamatan Singosari.

Mereka ini seolah tak mengenal waktu memberantas monster atau virus Corona yang sekarang sedang merebak.

Tim yang dikomandoi oleh Agung tersebut tak kenal lelah bersama timnya menyemprotkan cairan disinfektan keliling desa Watugede hingga seluruh kecamatan dengan sukarela demi keselamatan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Penyemprotan sendiri sudah dimulai sejak awal bulan Maret, Untuk awal penyemprotan tim satgas ini melakukan aksinya di jalan raya Singosari dan daerah sekitar Jalan Raya tersebut.

Agung menuturkan misi awal tim ini berharap bisa dicontoh kemudian diterapkan di daerah lain agar dapat menjalankan kegiatan sosial untuk kebaikan warga sekitar daerah masing-masing.

Saat ditemui di markas super hero ini Agung menjelaskan bahwasanya perlu diketahui penyemprotan ini dari bahan cairan hingga semua perlengkapan murni dari swadaya tim sendiri.

“Perlengkapan dan cairan murni biaya dari swadaya sendiri tidak dari bantuan. Bukannya Kita tidak mau mending bantuan tersebut disalurkan kepada yang tidak mampu atau yang lebih membutuhkan,” ujar Agung.

Agung berharap agar semua rutinitas dan aktivitas bisa kembali normal. “Semoga benar kata orang-orang kebanyakan bahwa setelah hari raya Idul Fitri ini grafik semakin turun dan mungkin menormalkan keadaan tidak langsung normal harus berproses dulu dari hari ke minggu ke bulan, dan semoga semua aktifitas dan rutinitas bisa normal kembali,” jelas Agung.

Terkait Sholat Idul Fitri tim Covid–19 menuturkan akan memaksimalkan penyemprotan di area sekitar masjid.

“Untuk penyemprotan juga dilakukan waktu malam takbiran dan di prioritaskan tempat sekitaran masjid,” pungkas Agung. (far/had)