Satpol PP Bongkar Papan Reklame Tunggak Pajak

Petugas Satpol PP sedang membongkar papan reklame yang menunggak pajak. (ist)

BACAMALANG.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang melakukan pembongkaran reklame, Selasa (21/06/2022).

Petugas menyasar ke beberapa titik, dengan menggunakan mobil tangga hidrolik. Hal ini untuk menindak reklame milik pelaku usaha yang menunggak pajak selama 2 tahun.

Sasaran pertama adalah Pujasera Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmat. Di lokasi ini, petugas menurunkan dan membongkar reklame salah satu minuman yang menunggak pajak serta tidak memiliki izin tersebut.

Kemudian, petugas menyasar ke Jalan Soekarno Hatta. Di wilayah ini, petugas melakukan pembongkaran dan menurunkan reklame di dua tempat usaha warung mie ayam bakso dan warung makan ayam crispy.

Agus Wahyudiono, Staf Bagian Pendataan dan Penetapan Pajak Reklame Bapenda Kota Malang, menjelaskan terkait pembongkaran reklame tersebut.  “Jadi, reklame yang ditertibkan dan dibongkar tersebut adalah reklame sebuah minuman teh botol. Reklame tersebut dipasang oleh satu vendor dan telah menunggak pajak selama hampir 2 tahun. Sehingga, kami limpahkan dan berkoordinasi dengan Satpol PP untuk penindakannya,” jelasnya kepada awak media.

Dirinya juga menjelaskan, ada 43 titik papan reklame penunggak pajak  yang tersebar di beberapa wilayah di Kota Malang. “Rata-rata, reklame penunggak pajak tersebut terpasang di tempat usaha warung dan rumah makan. Kemudian untuk total kerugian negara atas tunggakan reklame pajak tersebut sebesar Rp 200 juta,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang, Anton Viera mengatakan, sebelum dilakukan pembongkaran, pihaknya telah memberikan toleransi waktu kepada pemilik reklame. “Jadi, reklame yang dibongkar adalah reklame yang menunggak pajak serta tidak berizin. Sebelumnya, pemilik reklame sudah diberikan teguran dengan jangka waktu selama 10 hari. Karena tidak ada konfirmasi dari pemilik reklame, maka hari ini kita lepas dan kita bongkar,” bebernya.

Masih menurut Anton, bahwa pihaknya telah melaksanakan kegiatan tersebut sesuai dengan Perda Nomer 4 Tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Reklame. “Apa yang kami lakukan ini, telah sesuai dengan Perda Penyelenggaraan Reklame Kota Malang. Dimana, pemilik reklame harus tertib administrasi dahulu. Dan sebelum kami melakukan tindakan, kami pasti memberikan toleransi waktu kepada pemilik reklame untuk melaksanakan kewajiban,” pungkasnya. (him)