Satreskoba Polresta Malang Kota Gagalkan Peredaran Ganja Seberat 14,5 kg

Polresta Malang Kota amankan barang bukti narkoba dari para tersangka. (miho)

BACAMALANG.COM – Ganja seberat 14,5 kilogram akhirnya berhasil diamankan anggota Satreskoba Polresta Malang Kota. Adapun jumlah tersangka sebanyak 5 orang.

Terbongkarnya sindikat jaringan narkoba ini, berawal dari tertangkapnya tersangka DY (31). Dari DY inilah tersangka FR (38) dan tersangka lainnya berhasil ditangkap, yakni SH (45), AD (DPO) dan MD (27) dengan barang bukti 3,5 kilogram. Sedangkan tersangka RK, mendapat barang dari BN yang juga ditetapkan sebagai DPO dengan barang bukti 11,2 kilogram.

Sebagaimana dijelaskan Wakapolresta Malang Kota AKBP Denny Heriyanto, SIK MSi, ungkap kasus narkoba dengan barang bukti 14,5 kilogram ini dari dua kasus narkoba.

“Pengungkapan perkara narkotika dengan barang bukti cukup besar ini, berasal dari dua kasus  narkoba jenis ganja dengan jumlah masing-masing 3,5 kg dan 11 kg.” jelas Denny, dalam konferensi pers yang digelar di Halaman Mapolresta Malang Kota, Rabu (9/03/2022).

Ia menjelaskan, keempat tersangka ini ditangkap di tempat berbeda. Mereka  mengedarkan barang haram jenis ganja ini dengan menggunakan sistem ranjau.

Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto SE SIK menambahkan, tersangka RK (27) ditangkap di rumahnya di daerah Tlogo Indah, Kecamatan Lowokwaru, Rabu (2/03/2022) dini hari. RK mengaku mendapat barang dari BN.

“RK yang berprofesi sebagai tukang parkir, berhasil diamankan bersama barang buktinya ganja seberat 11,2 kilogram. Barang bukti lain yang diamankan yaitu timbingan digital, dan satu unit handphone xiaomi. Tersangka RK mengaku mendapat ganja tersebut dari seorang berinisial BN (DPO),” terangnta.

Atas perbuatannya, tersangka DY dan FR dijerat dengan pasal 111 ayat (1) dan 114 (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Keduanya terancan hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan hukuman pidana seumur hidup. Sementara untuk SH dan MD, dijerat dengan pasal 111 ayat (1) UU RI nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman pidana penjara maksimal 12 tahun. (miho)