SDN Wonomulyo 2 Poncokusumo Raih Juara Harapan 1 Lomba PLTB se-Kabupaten Malang

Foto; Raih juara harapan 1 Lomba PLTB se-Kabupaten Malang. (ist)

BACAMALANG.COM – SDN 02 Wonomulyo Poncokusumo Kabupaten Malang, akhirnya berhasil menyabet juara harapan 1 dalam lomba Peduli Lingkungan dan Tangguh Bencana (PLTB). Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras semua stakeholder yang ada.

Luluk Mukhayah Zuliatin SPd, Kepala SDN 02 Wonomulyo Poncokusumo menjelaskan, lembaganya berhasil menyabet prestasi dalam Lomba Adiwiyata atau juga disebut PLTB yang bertujuan mengajak siswa dalam penanggulangan bencana. “Serta siswa diajak untuk budaya hidup bersih dan peduli lingkungan,” kata dia.

SDN 02 Wonomulyo Poncokusumo dalam seleksi Lomba PLTB tingkat Kabupaten Malang ini sebelumnya masuk dalam 10 besar, sebelum akhirnya meraih juara harapan 1.

Untuk diketahui, tim penilai administrasi lomba PLTB terdiri dari Prof Dr H Haris Anwar Syafrudie Mpd, Prof Dr Sugeng Utaya Msi, Dr Fathcur Rochman Msi dan Ardyanto Tanjung Spd Mpd dari Universitas Negeri Malang. Selain itu, juga ada perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

“Alhamdulilah, Kita bisa menyabet peringkat ke-4 atau juara harapan 1 se-Kabupaten Malang. Dan ini atas perjuangan guru Kami semua yang ada,” ungkapnya .

Kriteria sekolah PLTB sendiri, lanjut dia, diantarnya adalah banyak pohon yang rindang, pengolahan limbah, biopori, resapan air dan pokja kamar mandi dan pokja kantin. “Sasaranya semua stakeholder yang ada di lingkungan sekolah, mulai komite, kepala sekolah dan wali murid. Dimana juga sudah ada perubahan prilaku hidup bersih bagi siswa di SDN Wonomulyo 02 Poncokusumo,” paparnya.

Ibtiyah Ridha, Kelompok Kerja (Pokja) Biopori SDN 02 Wonomulyo Poncokusumo menambahkan, karena kondisi saat hujan seperti saat ini sering terjadi penggenangan air, pihaknya memanfaatkan pipa paralon yang ada sebagai peresapan dengan biopori sehingga genangan air semakin berkurang.

“Dengan aksi ini, siswa bisa mencintai lingkungan. Pemanfaatan sisa paralon kita potong sebagai sumur resapan sampah dengan kita masukan melalui lubang paralon atau istilahnya learning by doing,” pungkasnya. (yon/red)