Sebagai Santri, Hasan Abadi Tetap Optimis dan Manut Arahan Kiai

Foto : Hasan Abadi (kiri). (ist)

BACAMALANG.COM – Meski hingga kini Kandidat Calon Bupati Malang Hasan Abadi belum mendapatkan rekom, namun dirinya sebagai santri menyatakan tetap optimis dan manut arahan kyai.

Hal ini dikatakan Kandidat Calon Bupati Malang 2020 Hasan Abadi kepada awak media, Kamis (26/2/2020).

“Sebagai warga NU dan santri, saya berusaha manut arahan kyai. Saya sampai sekarang tetap optimis bertarung di ajang kontestasi Pilbup,” tegas Hasan Abadi.

Ia menuturkan, dirinya maju dalam kancah kompetisi pilkada Kabupaten Malang bukan atas kehendak pribadi, namun atas dorongan dari warga nahdliyin (NU), kalangan muda Milleneal, habib dan kyai sepuh (kyai khos).

“Alhamdulillah saya maju ini bukan atas keinginan saya sendiri, melainkan support dari nahdliyin, kalangan muda Milleneal, habib dan kyai sepuh,” tegas pria yang juga ketua LP Ma’arif Kabupaten Malang tersebut.

Lebih jauh ia mengatakan sebagai santri Milleneal dirinya merasa tidak mampu untuk melakukan istikharah sendiri untuk memantapkan langkah maju dalam bursa pilbup Malang 2020.

Dikatakannya, dirinya telah meminta kepada beberapa kyai sepuh dan khos untuk melakukan shalat istikharah sebagai bekal spiritual pemantapan untuk maju dalam pilbup.

“Saya bersyukur beberapa kyai sepuh dan khos yang turut melakukan istikharah untuk langkah lanjutan saya dalam pilbup. Alhamdulillah hasilnya positif dan baik,” terang pria yang juga Rektor UNIRA Malang tersebut.

Diungkapkannya, beberapa kyai sepuh usai istikharah menyatakan jika telah mendapatkan isyaroh yang kuat, dan baik mendorong dirinya terus maju dalam pemilihan bupati.

“Saya sudah sowan ke beberapa kyai sepuh. Saya beruntung karena beliau mendapatkan isyaroh yang baik untuk menguatkan tekad saya maju dalam bursa pilbup Malang,” terang Hasan Abadi.

Ia mengungkapkan dirinya ingin mewujudkan seperti statemen Gus Dur yang dikutip dari isi kitab Asbah wa Al-Nazair.

“Saya ingin merealisasikan Tasharruful imam ‘ala al-ra’iyyah manuthun bil mashlahah yaitu kebijakan pemerintah atas rakyat harus berdasarkan kemaslahatan (umum) seperti yang sering dikemukakan oleh Gus Dur. (Had)