BACAMALANG.COM – Warga Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, menggelar tradisi sedekah bumi sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta serta penghormatan kepada leluhur yang berjasa dalam berdirinya desa. Kegiatan ini semakin istimewa dengan peluncuran batik khas desa bernama Batik Soemoredjo.
Acara sedekah bumi digelar di rumah Kepala Desa Sumberdem, Purwati SE, untuk warga Dusun Sumberingin dan Sumbergelang, sementara warga Dusun Duren Gede dan Rekesan mengadakan ritual di rumah Kepala Dusun Rekesan. Tradisi ini menjadi momen sakral bagi masyarakat yang turun-temurun menjaga adat sebagai bentuk syukur dan doa bagi kelangsungan desa.
Menurut Sukadianto, perangkat desa sekaligus penggiat desa wisata, tradisi ini memiliki makna mendalam. “Sedekah bumi bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga simbol penghormatan kepada leluhur yang berjasa bagi desa ini. Kami ingin terus melestarikan adat ini agar generasi mendatang tetap memahami nilai-nilai kearifan lokal,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan Khotmil Qur’an, doa bersama oleh saudara-saudara Nasrani, Istighotsah, dan Tahlil. Acara ditutup dengan pembacaan Mocopat, sebuah tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Warga juga menikmati pertunjukan kesenian Langgam Beksan Tayub, yang kemudian dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit sebagai puncak acara. Tahun ini, sedekah bumi menjadi semakin istimewa dengan peluncuran Batik Soemoredjo oleh Kepala Desa Purwati.
Motif Batik Soemoredjo terinspirasi dari ukiran pada keris pusaka desa, pemberian Sesuhunan Paku Buwono X kepada Mbah Soemoredjo, Wedono Malang sekaligus Kepala Desa Sumberdem pertama. Keris tersebut bertanggal 2 Mei 1911 dan telah mendapatkan kekancingan dari pihak Keraton terkait keasliannya. Motif pada pusaka tersebut meliputi mahkota bertuliskan PB dan titik berjumlah 10, serta daun kopi berjumlah 8, melambangkan potensi Desa Sumberdem sebagai penghasil kopi sejak era Cultuurstelsel.
Peluncuran batik khas desa ini menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah dan identitas budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda. Warga berharap, sedekah bumi dan peluncuran Batik Soemoredjo semakin memperkuat kebersamaan serta menjaga warisan budaya desa yang telah ada sejak dahulu.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/publisher: Rahmat Mashudi Prayoga




















































