Semangat Persatuan di Kampung China Matos

Wali Kota Malang, Wakil Wali Kota Malang, jajaran Forkopimda Malang Raya saat salam “pai”, sebuah penghormatan dalam tradisi China saat menghadiri Kampung China di Malang Town Square (Matos), Jumat (20/1/2023). (ned)

BACAMALANG.COM – Menyambut Hari Raya Imlek, Malang Town Square (Matos) menggelar bazar kuliner di event Kampung China.

Sejumlah kuliner khas imlek seperti ronde, angsle, tahwa maupun bakpao dapat dijumpai dalam kegiatan yang dimulai sejak Rabu (18/1/2023) hingga Selasa (24/1/2023) ini.

Acara yang mengusung tema Rhtyhm Of Spring ini, dihadiri pula oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang, Bupati Malang dan Forkopimda Malang Raya, Jumat (20/1/2023).

Wali Kota Malang Sutiaji memberi apresiasi Kampung China Matos yang digelar untuk menyambut Imlek yang jatuh pada 22 Januari ini.

“Sejak dulu di Kota Malang sudah ada Jalan Pecinan yang menunjukkan keberagaman di Kota Malang. Dengan acara yang dikemas seperti ini, kita dapat menyatukan Indonesia yang memiliki keberagaman suku, etnis, dan budaya,” ujarnya.

Semantara itu Direktur Matos, Fifi Trisjanti menambahkan, acara Kampung China menjadi bukti kebersamaan bangsa Indonesia.

“Imlek saat ini sudah menjadi bagian budaya bangsa karena bukan hari raya agama. Acara ini menjadi bukti bahwa kita tidak terpecah-pecah, kita satu,” tegasnya.

Fifi mengatakan, bahwa perbedaan itu memang sudah diciptakan Tuhan.

“Jadi bagaimana kita mengemas semua menjadi satu dengan tidak membeda-bedakan, selalu bersyukur dan berterima kasih,” tandasnya.

Selain Wali Kota Malang Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, dan Bupati Malang Sanusi, acara ini juga dihadiri pejabat TNI-Polri antara lain Danrem 0833 Kolonel INF M.I Gogor A.A, Dandim 0833/Kota Malang Letkol Kav Heru Wibowo Sofa, Danlanal Kolonel Laut (KH/W) Dewi Lestari, Plt Wakapolresta, Ketua MTC Yusron, sejumlah pengusaha, tokoh masyarakat, serta beberap anggota militer dari mancanegara.

Selain kuliner, dalam acara ini juga dikenalkan bergam budaya negeri Tiongkok seperti Wushu, barongsai maupun tradisi minum teh dari Wuhan. (ned)