Sengketa Lahan di Dampit Masuk Meja Hijau

Suasana sidang di Pengadilan Negeri Kabupaten Malang (ist)

BACAMALANG.COM – Sengketa lahan antara warga di Desa Majang Tengah dan Pamotan Kecamatan Dampit dengan PT Wonokoyo Jaya Corporindo akhirnya masuk ke meja hijau.

Hari ini, sidang sengketa lahan dimulai dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Kabupaten Malang.

Tiga orang dihadirkan pada sidang tersebut. Diantaranya Kepala Desa Majang Tengah, Abdul Hafi; Kepala Dusun Lambangkuning Desa Majang Tengah, Bari Wahyono; dan saksi ahli pertanahan.

Adapun bidang tanah yang disengketakan seluas 68 hektar. PT Wonokoyo dalam hal ini sebagai pihak penggugat sekaligus pemilik lahan yang sah.

Berawal pada 2019 lalu, PT Wonokoyo mendapati sejumlah warga di Majang Tengah dan Pamotan tiba-tiba menguasai serta menggarap lahan seluas 68 hektar itu. Warga berani menggarap lahan tersebut karena ada tanggung jawab dari Lembaga Aliansi Indonesia.

Padahal, jelas-jelas pada 2015 lalu PT Wonokoyo membeli tanah tersebut dari PT Margosuko dengan legalitas yang sah.

“Tidak mungkin kita perusahaan resmi mempunyai aset tanah seluas itu dengan legalitas abal-abal. Harapan saya, masyarakat bisa menyadari pengelolaan tanah yang dilakukan itu salah, dan kembali memberikan tanah itu kepada kami secara suka rela,” kata Kepala Departemen Manajemen Aset PT Wonokoyo, Julius Siwalette, ditemui di Pengadilan Negeri Kabupaten Malang, Selasa (20/4/2021).

Terpisah, Kuasa Hukum masyarakat pengelola lahan itu, Wagiman Somodimejo, tidak menampik bahwa lahan yang digarap warga itu adalah milik PT Wonokoyo.

“Waktu itu saya tidak tahu LAI (Lembaga Aliansi Indonesia, red) mendapat legalitas penggarapan dari mana, yang kemudian diberikan kepada masyarakat saat ini,” ucap Wagiman. (mid/red)