Seruang Karya, Sebuah Kolaborasi Lukisan Karya Botani dan Impresionisme

Dua orang pengunjung menyimak kolaborasi karya botani dari IDSBA dan seni lukis impresionisme dari Sadikin Pard Gallery dalam pameran bertajuk "Seruang karya" di de Tjakra Shalimar Boutique Malang, Sabtu (1/5/2021). (ned)

BACAMALANG.COM – Salah satu kekayaan Indonesia adalah keragaman hayatinya. Beragam tumbuhan seperti flora, hingga buah-buahan menjadi aset yang sangat berharga. Keindahan dan keragaman itu menjadi inpirasi bagi para seniman yang tergabung dalam Indonesian Society of Botanical Artist (IDSBA). Sejumlah tetumbuhan yang sudah dikenal selama ini seperti anggrek hingga buah tomat disajikan dalam goresan cat air, dalam sebuah pameran bertajuk “Seruang karya” di de Tjakra Shalimar Boutique Malang.

Ketua panitia pameran Rio Ananta mengungkapkan, karya botani merupakan perpaduan sains dan estetika dengan subyek tetumbuhan yang mengandung nilai informatif, edukatif, sekaligus artistik. “Pada prinsipnya kami membantu membuat ilustrasi tetumbuhan, baik lengkap maupun sebagian,” ujarnya di sela pameran, Sabtu (1/5/2021).

Rio mengatakan IDSBA yang mulai aktif sejak tahun 2017 ini bekerja sama dengan para peneliti di bidang botani, sehingga karya yang dihasilkan memang ilustrasi dari tumbuhan yang dimaksud. Bahkan ditampilkan pula beberapa lukisan karya Ichwan Suwandhi, salah satu dosen Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung.
“Sehingga lukisan botani ini selalu detail dan diberi judul dengan nama ilmiah atau latinnya,” jelas anggota IDSBA ini.

Rio menambahkan, pameran ini merupakan kolaborasi istimewa dengan Sadikin Pard Gallery. Sadikin Pard sendiri bukan nama asing di dunia seni lukis. Anggota Association of Mouth and Foot Painting Artist (AMPFA) ini sudah malang melintang dengan karyanya, bukan hanya di Indonesia, namun sudah di tingkat dunia.

“Gaya lukis impresionisme pak Sadikin selalu menyuguhkan karya dengan kesan cahaya lewat goresan kuat yang ekpresif di atas kanvas, dan kedua gaya lukis ini, botani dan impresionis dipadukan dalam satu ruang kolaborasi istimewa yang bertujuan berbagi lewat donasi,” ungkap Rio.

Pameran dan lelang amal ini menampilkan sedikitnya 83 karya seni botani dan 30 karya lukis impresionis yang digelar mulai 21 April – 18 Mei 2021. Harga lukisan dipatok mulai Rp. 800.000 hingga Rp. 50 juta. Rio mengungkapkan, selama dua pekan pameran digelar, ternyata beberapa lukisan sudah laku terjual. Sebagian hasilnya untuk donasi YPAC.

“Syukurlah di masa pandemi ini kami masih bisa berbagi dan membantu seniman lukis,” tuturnya.
Ke depan, Rio berharap IDSBA dapat lebih banyak melukis tumbuhan yang belum banyak terungkap.
“Kami tentunya berharap tumbuhan-tumbuhan ini akan lestari, namun jika menjadi langka atau bahkan punah, setidaknya ada dokumentasi berharga yang masih bisa dipelajari,” pungkasnya. (ned)