Sesep Do Dolan, Gelar Karya Para Seniman Sepuh Malang di Mal

Foto: Joko Sket menggarap wajah seorang pengunjung Matos, Kamis (6/5/2021). (ned)

BACAMALANG.COM – Tangan Joko Paryono begerak lincah di atas kertas. Seorang bocah duduk di depannya, meski sesekali ia menggerakkan badannya. Akhirnya dalam beberapa menit seniman yang biasa disapa Joko Sket ini menyelesaikan sketsa wajah bocah berhijab itu. Itulah suasana pameran seni beratjuk Sesep Do Dolan di lantai upper Malang Town Square (Matos), Kamis (6/5/2021). “Ini kesempatan yang baik, karena para seniman akhirnya bisa menjual karya secara langsung” ungkap Joko Sket.

Pria berusia 65 tahun yang naaih tampak energik ini menjelaskan, masa pandemi betul-betul masa suram bagi semua sektor, termasuk seni budaya. “Memang bisa juga kita berkarya lalu disajikan secara online, tapi hasilnya minim sekali,” akunya.

Seniman yang berdomiydi Bali ini berharap pandemi segera berlalu. “Semoga ke depan akan makin banyak pameran, sehingga intensitas bertemu dengan masyarakat secara langsung juga semakin besar,” tandasnya.

Salah satu pengunjung Metasari mengaku suka disketsa wajahnya karena meski sederhana tapi esklusif dan benar-bener handmade. “Tapi yang pasti senang bisa ikut membantu para seniman yang pameran di sini,” ujarnya.

Marcomm Matos, Sasmita Rahayu menjelaskan, pihaknya sengaja memberikan ruang bagi para seniman untuk menggelar karya mereka, sebagai komitmen untuk membantu para seniman di Malang Raya. “Kali ini giliran bagi para seniman sepuh, dimana pameran ini sengaja kami selenggarakan agar mereka mendapat pemasukan, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri ,” ungkapnya.

Tahun lalu maestro tari Didik Nini Thowok sempat ‘ngamen’ di mal yang terletak di Jalan Veteran Kota .Malang ini, untuk para seniman Malang Raya yang sakit. Sementara dalam pameran yang bekerjasama dengan Kabunga group ini, para seniman diberi space secara gratis mulai 5-12 Mei 2021.

Namun Sasmita menegaskan, pihaknya sangat mendukung apapun keputusan pemerintah terkait penanganan covid saat ini. “Kami juga harus siap terkait larangan mudik, karena kemungkinan besar masyarakat akan mendatangi mal-mal, dengan lebih memperketat protokol kesehatan,” pungkasnya.(ned)