Sidang Tuntutan Mafia Bola Ditunda, JPU Sempurnakan Berkas Tuntutan

Terdakwa mafia Bola jalani sidang perdana. (ist)

BACAMALANG.COM – Sidang lanjutan kasus mafia bola Liga 3 Jawa Timur dengan agenda tuntutan, yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas I A Malang (PN Malang) pada Rabu (22/06/2022), ditunda.

Penundaan itu dikarenakan, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang, masih melakukan penyempurnaan berkas  tuntutan.

Penundaan tersebut,  dibenarkan langsung oleh Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kota Malang, Kusbiantoro.

“Jadi, JPU yang menangani perkara tersebut belum siap dengan tuntutan. Masih melakukan penyusunan dan penyempurnaan berkas dan surat tuntutan. Karena, masih banyak keterangan dari para saksi yang harus dimasukkan dalam berkas dan surat tuntutan,” ujarnya, Rabu (22/06/2022).

Dengan adanya penundaan tersebut, maka sidang tuntutan kasus dugaan suap sepak bola Liga 3 Jawa Timur  akan dilaksanakan pada Rabu pekan depan (29/06/2022).

“Karena adanya penundaan ini, sidang tersebut baru akan digelar pada Rabu minggu depan. Dan insyaallah, pihak JPU telah siap untuk membacakan tuntutannya,” pungkasnya.

Sebagaimana pada pemberitaan sebelumnya, ada empat terdakwa dalam kasus dugaan suap sepak bola Liga 3 Jawa Timur tersebut. Yaitu, terdakwa Yoyok Bambang Suryo Atmojo alias BS, Dimas Yopy Perwira Nusa, Ferry Avrianto dan Imam Arif Huda.

Para terdakwa diduga kuat telah melakukan tindak pidana suap, dengan menawarkan janji uang apabila pihak tim sepakbola Gestra mau mengalah. Tidak hanya  di satu pertandingan saja, tetapi di dua pertandingan lainnya, saat melawan NZR Sumbersari dan melawan Persema Malang.

Keempat terdakwa itu sempat menawarkan saksi ZA sebagai pengelola Gestra FC Gresik, untuk  mengkondisikan timnya kalah 0-3 dari NZR Sumbersari dan kalah 0-1 dari Persema Malang.

Namun, hal tersebut oleh saksi ZA ditolak. Meski ditolak oleh saksi ZA, para terdakwa masih berupaya lain dan enggan untuk mundur.

Mereka pun sempat menghubungi langsung para pemain Gestra FC. Namun, usahanya gagal dan mereka dilaporkan saksi ZA ke Komite Disiplin PSSI Jawa Timur.

Setelah dilakukan pemeriksaan, keempatnya kemudian dilaporkan ke Polda Jatim dan ditetapkan menjadi tersangka. Kemudian, oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur kasusnya dilimpahkan ke Kejari Kota Malang untuk disidangkan.

Atas perbuatannya tersebut, keempat terdakwa diancam dengan Pasal 2 UU RI Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dengan hukuman pidana penjara selama lima tahun. (him)