Sigap, Kasat Lantas Polres Batu Atur Lalin Imbas Truk Mogok

Foto : Kasat Lantas Polres Batu, AKP Diyana Suci Listyawati, saat mengatur arus lalu lintas dampak dari Truk Kontainer yang mogok. (Hum)

BACAMALANG.COM – Sebuah Truk Kontainer dengan Nopol L 9919 UP bermuatan kacang hijau mogok dan mengakibatkan kemacetan di Jalan Raya Ir. Soekarno, Desa Beji, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jumat (14/2/2020).

Diketahui, truk tersebut mogok mulai pukul 14.00 WIB hingga malam ini, lantaran kelebihan beban atau ‘over weight’.

Kasat Lantas Polres Batu, AKP Diyana Suci Listyawati mengatakan, bahwasanya kronologis mogoknya truk tersebut dikarenakan kelebihan kapasitas.

“Mogoknya mulai siang hingga sampai pada malam ini. Setelah kami periksa, ternyata memang kelebihan muatan. Seharusnya muatan yang ditentukan 20 ton, tapi ini sampai 50 ton. Dan ketika truk melewati jalanan naik atau tanjakan, truk tidak kuat yang akhirnya mogok,” kata Diyana sapaan akrabnya kepada bacamalang.com.

Perwira Polisi ini menambahkan, sejauh ini akibat kejadian tersebut Sat Lantas Polres Batu hanya bisa menunggu mekanik dari truk kontainer tersebut.

“Saat ini kami menunggu dari mekaniknya, karena tidak ada truk derek yang bisa. Dampak dari kejadian ini jalanan jadi macet, untuk itu kami mengatur arus lalu lintas di jalan raya ini dengan sistem buka tutup, agar tidak terjadi kemacetan yang parah,” imbuhnya.

Diyana lebih lanjut menjelaskan, bahwa truk tersebut sedianya tengah mengangkut kacang hijau dari Surabaya untuk menuju ke Kota Batu.

“Ya, truk ini mengangkut kacang hijau untuk dikirim ke gudang di salah satu bahan pokok yang ada di Kota Batu. Berhubung kelebihan muatan, jadi akhirnya mogok,” tetang dia.

Saat disinggung, diberikan sanksi berupa apa, Diyana memaparkan, bakal memberlakukan tilang di tempat.

“Sesuai ketentuan pasal 307 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) berbunyi, “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor Angkutan Umum Barang yang tidak mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan, sebagaimana dimaksud pada pasal 169 ayat 1, dipidana dengan kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu,” bebernya. (Eko)