Sikapi Harga Sembako Meroket, PBNU Desak Pemerintah Keluarkan Kebijakan Fundamental

Sidak sembako di pasar, inzet Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup, H Aizuddin Abdurrahman (Gus Aiz). (ist)

BACAMALANG.COM – Menyikapi harga sembako yang meroket, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup, H Aizuddin Abdurrahman (Gus Aiz) mendesak pemerintah agar mengeluarkan kebijakan fundamental.

“Kita minta kepada pemerintah agar mengeluarkan kebijakan fundamental untuk kepentingan masyarakat kecil,” tegas H Aizuddin Abdurrahman (Gus Aiz) baru-baru ini.

Untuk diketahui, harga beberapa kebutuhan pokok terus meroket dan merangkak naik. Hanya dalam beberapa pekan, harga Sembilan bahan pokok sudah naik tiga kali, yakni menjelang kenaikan harga BBM, pasca pengumuman kenaikan harga BBM, dan menjelang Ramadhan kemarin.

Ia mendesak pemerintah agar mengambil langkah fundamental yang bisa diberlakukan untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok.

Dalam situasi sulit begini, kata dia, terobosan pemerintah sangat diperlukan. Tidak sekedar operasi pasar. Dalam banyak kasus, operasi pasar kurang efektif.

Selain sifatnya yang temporer, operasi pasar juga hanya menjangkau segmen kecil dari masyarakat. Akibatnya, operasi pasar terkadang tidak begitu efektif menahan laju kenaikan harga dan memastikan ketersediaan sembako yang bisa dijangkau rakyat.

“Kita minta dengan hormat dan sangat kepada pemerintah mengeluarkan kebijakan prinsip untuk mengendalikan naiknya harga pokok yang sepenuhnya untuk meringankan beban dan meningkatkan daya beli masyarakat, bukan kebijakan-kebijakan sementara, termasuk agar tidak terjadi inflasi,” kata tokoh kelahiran Jombang, 1 Mei 1979 itu.

Gus Aiz menyebut harga sembako yang semakin tidak stabil merupakan ketidakberpihakan kepada rakyat. Pasalnya, hal tersebut membuat masyarakat merana, mulai dari pedagang hingga pembeli.

Karenanya, Gus Aiz meminta kepada para pelaku usaha termasuk korporasi selaku pengendali sarana dan prasarana bergandengan tangan menyelesaikan persoalan sembako ini.

“Kita mengImbau dan meminta para pelaku usaha termasuk korporasi yang mengendalikan sarana prasarana, produksi, dan mata rantai distribusi kebutuhan bahan pokok berpihak kepada masyarakat kecil agar tidak menjadi lemah,” pungkasnya. (*/had)