Sikapi Kondisi Pandemi, Bapenda Kota Malang Rencanakan Sunset Policy

Foto: Kepala Bapenda Kota Malang, Dr Handi Priyanto saat meninjau penertiban reklame. (yog)

BACAMALANG.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang segera mengeluarkan program sunset policy, yakni berupa penghapusan denda ketetapan pajak atas penunggakan pajak.

“Program ini dimaksudkan untuk relaksasi mensikapi kondisi pandemi Covid-19 dan PPKM, yang membawa dampak pada dunia usaha. InsyaAllah akan diberlakukan September mendatang,” ungkap Kepala Bapenda, Handi Priyanto, Senin (23/8/2021).

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menambahkan, adanya program ini diharapkan tidak ada lagi penunggak pajak. Selain itu juga membawa dampak bagi pemerintah daerah dan dunia usaha. “Rencana program ini masih akan kami koordinasikan dan ajukan ke Pak Wali,” imbuh dia.

Saat ditanya mengenai potensi pendapatan atas kebijakan Sunset Policy tersebut, pihaknya masih akan menghitungnya secara kongkrit. “Namun berdasarkan data dan laporan yang kami terima hingga saat ini, potensi tunggakan atas pajak di Kota Malang kurang lebih Rp 5 miliar,” tuturnya.

Nominal tersebut, terang dia, berasal dari reklame, hotel, resto dan berbagai tempat usaha yang selama ini memang terdampak pandemi Covid-19. “Khusus pajak reklame tidak ada keringanan, karena ada ketentuan tarif,” jelasnya.

Untuk pajak seperti hotel dan resto, bersifat self assessment yakni jika pemasukan menurun, pajak yang harus dibayarkan sudah otomatis ikut turun juga. “Jadi tanpa minta pengurangan, ketetapan pajaknya sudah turun karena itu fluktuatif perbulan,” tegas Handi.

Terkait Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Wajib Pajak (WP) bisa mengajukan keringanan. “Kalau tidak mampu ada peluang keringanan. Apalagi yang usahanya ada penurunan omset, sampai bangkrut,” tandasnya. (adv/yog)