SMA Islam Al Hikmah Tajinan Beri Ketrampilan Siswa untuk Bekal Setelah Lulus

Foto: Siswa SMAHITA saat belajar ketrampilan tata rias. (ist)

BACAMALANG.COM – SMA Islam Al Hikmah Tajinan (SMAHITA) Kabupaten Malang memberikan ketrampilan siswanya merias dan tata boga. Hal ini sebagai wujud sekolah double track dan bekal setelah lulus.

Drs. H. Saifudin Zuhri, M.Si, Kepala SMA Islam Al- Hikmah Tajinan menjelaskan, pemberian ketrampilan ini adalah penerapan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait SMA double track.

Untuk diketahui, SMA Double Track adalah pendidikan sekolah menengah atas dengan menambahkan ketrampilan khusus dalam rangka menyiapkan lulusan SMA yang tidak melanjutkan agar punya bekal keterampilan dan siap kerja saat terjun di masyarakat. “Bisa dibilang SMA rasa SMK begitu,” ungkapnya.

Peserta pemberian ketrampilan bagi siswa ini, lanjut dia, adalah semua siswa terutama kelas 12. “Dimana siswa yang ikut ujian di SMAHITA ada 54 siswa, terdiri ketrampilan tata boga, ketrampilan tata rias dan kewirausahaan yang bekerjasama dengan Tanimart,” terangnya.

Sementara jumlah siswa yang mengikuti ketrampilan tata boga sebanyak 22 siswa, ketrampilan tata rias sejumlah 15 siswa, ketrampilan kewirausahaan ada 12 siswa dan sisanya melanjutkan kuliah.

“Harapan dari pelatihan adalah agar siswa setelah sekolah mempunyai bekal keterampilan sesuai dengan bakat dan minat siswa, serta memberi peluang untuk kerja secara mandiri bagi siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi,” tuturnya.

Melalui program sekolah menengah atas double track (SMA DT) ini, Dinas Pendidikan Jawa Timur memberi terobosan untuk menekan angka pengangguran dijenjang SMA. Setiap lulusan SMA DT ini akan memiliki dua kompetensi yakni pembelajaran reguler dan kompetensi ketrampilan yang bersertifikat.

Berdasarkan data tahun 2018, ada 116.772 siswa SMA yang tidak bisa melanjutkan kuliah. Atas dasar inilah maka SMA DT ini diluncurkan pada tahun tersebut.

Ada 7 bidang ketrampilan dalam SMA DT, yakni multimedia, teknik elektro, teknik listrik, tata boga, tata busana, tata kecantikan, dan teknik kendaraan ringan. “Program ini dijalankan atas kolaborasi dengan ITS,” pungkasnya.

Menurut dia, sejak 2018 SMA DT ini dikembangkan, program tersebut diikuti 9.009 siswa dari 86 SMA dan melibatkan 420 trainer di 9 Kabupaten di Jatim. Pada 2019 terjadi lonjakan peminat. Jumlah peserta naik menjadi 14.000 siswa dari 157 SMA dan 673 trainer di 28 Kabupaten. (yon)